Apa Itu Arti Cinta Sejati? Ini! Pengertian Cinta Menurut Pandangan Islam yang Sebenarnya

Apa Itu Cinta Sejati? – Berikut ini pengertian arti cinta sejati menurut definisi, dalil dan bentuknya dalam pandangan Islam yang sebenarnya. Siapa yang tidak kenal dengan kata cinta? Cinta sudah hadir sejak pada zaman masa nabi Adam diciptakan. Kemudian diciptakanlah Siti Hawa sebagai pasangan hidupnya (baca cerita kisah Nabi Adam AS).

Cinta juga adalah suatu fitrah yang alami pada manusia, tanpa adanya keberadaan cinta, orang akan menyebutnya sebagai suatu perasaan yang hampa. Cinta juga terlah banyak memberikan suatu inspirasi serta  pengorbanan, namun cinta terkadang juga mampu membawa kesengsaraan bagi yang merasakannya.

Didalam kehidupan seorang manusia, cinta akn muncul dalam bentuk berbagai hal. Termasuk cinta kepada Allah, Rasul, agama, suami/istri, anak, harta, tahta dan juga sebagainya. Agama Islam merupakan agama yang mampu membawa rahmat Allah SWT untuk mengenal dan juga menghargai adanya cinta.

Supaya kita mengetahui tentang bagaimana islam memandang apa itu sebuah cinta sejati yang sebenarnya. Maka mari bersama kita simak uraian arti cinta sejati berikut ini.

apa itu cinta

apa itu cinta?

Pengertian Cinta Sejati

Pengertian cinta sejati adalah sebuah rasa kasih sayang yang akan muncul dari dalam lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa adanya mengharapkan suatu imbalan sekecil apapun, dan dari siapapun. Kecuali ia mengharap imbalan yang memang datang serta dirdhoi oleh Allah SWT. Cinta sejati juga merupakan sesuatu yang menunjukkan identitas dan juga asas iman. Karena kita akan mencintai sesuatu ataupun mencintai seseorang, dikarenakan Allah juga mencintainya.

Suatu Cinta sejati bukanlah hal-hal yang mengenai sifat duniawi semata saja. Cinta sejati sebenarnya bersumber dan berasal dari dalam hati nurani, dan cinta sejati juga haruslah dalam perasaan yang tulus dan ikhlas. Cinta sejati benar-benar berasal dari dalam hati nurani yang akan selalu ada walaupun pada salah satu pihak akan tidak tampak cantik lagi, tidak tampak tampan lagi, tidak seksi lagi dan juga tidak kaya lagi.

Dalam suatu hubungan seks bebas atau suatu pergaulan bebas, sebenarnya para pelakunya itu benar-benar sama sakali tidak menghargai tentang arti cinta. Mereka hanya secara sadar atau tidak sadar, menganggap bahwa cinta itu merupakan hal yang sia-sia. Karena yang mereka cari hanyalah suatu kepuasan nafsu sesaat saja dan mereka tidak akan peduli akan akibat-akibat dan juga dosa-dosa yang akan timbul karena perbuatan yang mereka lakukan itu.

Mereka tidak akan peduli akan datangnya azab-azab dan juga cobaan-coban yang akan datang dan ditimpakan oleh Allah akibat dari perbuatan dosa-dosa yang ia lakukan dalam kehidupannya. Mereka tidak peduli bahwasannya azab dari Allah itu akan datang, baik di dunianya maupun di akhiratnya.

Dalam melakukan hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh satu pasangan yang sudah terkait tali pernikahan. Karena salah satu dari tujuan pernikahan adalah sebagai penyaluran nafsu syahwat dengan cara yang diridhoi oleh Allah SWT. Penyaluran akan nafus syahwat yang jalannya tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah, yaitu penyaluran suatu nafsu yang menyimpang dari ajaran dan aturan-aturan Allah. Maka akan dijatuhkan dan datangkan azab dan cobaan secara bertubi-tubi dari Allah SWT di dunia dan akhirat.

Dari semua pengeritan tersebut bisa kita simpulkan. Bahwa suatu hubungan cinta antara laki-laki dan perempun dalam pandangan Islam adalah suatu hubungan yang didasari rasa kasih sayang yang benar-benar timbul dari dalam hati nurani yang tulus dan ikhlas. Bukan suatu perasaan berdasarkan pada hal-hal yang sifatnya duniawi dan nafsu sesaat saja. Hal terpenting dalam membina suatu hubungan adalah dengan menggunakan dan menamkan akhlak yang baik, ketaqwaan, dan rasa keimanan kepada diri kita terhadap Allah SWT.
apa itu cinta
apa itu cinta?

Definisi Cinta

Didalam kamus besar bahasa Indonesia, arti dari kata cinta merupakan suatu perasaan kasih dan sayang seseorang terhadap sesuatu ataupun orang lain. Secara istilahnya, cinta bisa dimaknai sebagai suatu perasaan yang dialami seorang manusia dan suatu perasaan tersebut akan menimbulkan rasa kasih sayang bagi mereka yang merasakannya.

Arti cinta dalam pandangan islam sendiri adalah suatu limpahan kasih sayang dari Allah kepada seluruh makhluknya. Sehingga Allah menciptakan seluruh manusia dan juga isinya dengan segala kesempurnaan.

Namun apa itu cinta yang sebenarnya? Arti cinta yang sebenarnya atau cinta yang hakiki adalah cinta yang hanya milik Allah SWT. Karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan juga maha pemilik cinta. Dalam definisi yang lain, islam juga memandang bahwa cinta sebagai dasar dalam persaudaraan antara manusia dan perasaan itu melandasi hubungannya dengan makhluk yang lain seperti pada hewan dan juga tumbuhan.

Dalil-dalil Tentang Cinta Didalam Alqur’an

Cinta adalah salah satu pokok kehidupan, dalam Alqur’an sendiri kata cinta disebutkan dengan berbagai sinonim atau persamaan kata. Adapun ayat-ayat yang menyebutkan perihal cinta adalah seperti berikut:

1. Al-Quran Surat Al Imran ayat ke 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS: Al-Imran Ayat 14)

2. Al-Quran Surat Al Imran ayat ke 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS: Al-Imran Ayat 92)

3. Al-Quran Surat Al Hujurat ayat ke 7

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. (QS: Al-Hujurat Ayat 7)

4. Al-Quran Surat Maryam ayat ke 96

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS: Maryam Ayat 96)

5. Al-Quran Surat Al Isra ayat ke 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS: Al-Isra Ayat 24)

6. Al-Quran Surat Ar Rum ayat ke 21

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS: Ar-Rum Ayat 21)

7. Al-Quran Surat Al Maidah ayat ke 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.(QS: Al-Maidah Ayat 54)

Bentuk-bentuk Cinta

Cinta adalah suatu perasaan yang memang tidak mungkin kalau manusia tidak merasakannya. Dalam rasa cinta ada berbagai macam bentuk cinta didalam kehidupan manusia. Setiap bentuk-bentuk cinta tersebut mempunyai perbedaan, walau pada dasarnya semua bentuk cinta adalah sama. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cinta menurut dari pandangan islam dan para ulama

  1. Cinta kepada Allah SWT

Cinta yang derajatnya paling tinggi didalam kehidupan manusia yang terutama umat islam adalah cinta kepada Allah SWT. Yang merupakan sang pencipta atas segala isi di bumi dan seluruh alam semesta serta sang maha yang memiliki cinta.

Untuk umat muslim yang sagat mencintai Allah akan merasakan bahwa sebagai seorang hamba Nya kita tidak mampu hidup jika tanpa adanya kasih sayang serta cinta dari Allah SWT. Maka dari itu, mencintai allah SWT adalah suatu hal yang mutlak dan harus bagi setiap umat muslim.

Orang yang mencintai tentu akan melakukan segala sesuatu untuk yang ia cintai. Termasuk juga apabila seorang mukmin mencintai Allah SWT. Ia akan tetap selalu berusaha, mengikuti segala perintahnya dan akan menjauhi larangannya. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman Allah SWT didalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 165:

 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (QS Al-Baqarah: ayat 165)

Dan apabila seseorang sudah tidak lagi mempunyai rasa cinta kepada Allah SWT maka akan tertutuplah hatinya. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-quran surat Ali-Imran ayat 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: Al-Imran: ayat 31)

  1.  Cinta Terhadap Alam Sekitar

Setelah mencintai AllahSWT yang merupakan maha pencipta dari seluruh isi alam semesta. Maka seorang hamba yang mempunyai rasa cinta kepada Allah SWT juga akan mencintai segala sesuatu yang diciptakannya dan akan berusaha untuk menjaganya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah SWT memerintahkan semua umatnya untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitarnya dari suatu kerusakan. Karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang akan melindungi alam dan memanfaatkannya dengan baik.

Rasa cinta pada alam sekitar bisa diwujudkan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, menyayangi tumbuhan serta menyayangi hewan. Perbuatan manusia menyakiti hewan atau tumbuhan serta merusak alam adalah suatu hal yang dibenci Allah SWT. Sehingga hal itu merupakan bentuk cinta yang ada dan ditanam dalam hati manusia.

  1. Cinta Terhadap Sesama Manusia

Cinta adalah fitrah dan mencintai sesama manusia juga merupakan suatu fitrah yang telah diberikan Allah SWT. Didalam ajaran syariat Islam, cinta kepada manusia adalah perwujudan dari cinta kepada Allah SWT. Sehingga bisa dikatakan apabila seseorang mencintai Allah SWT.

Maka ia akan mencintai manusia yang lainnya, dan hal inilah yang kan mendorong manusia untuk selalu berbuat baik kepada sesamanya atau yang dikenal dengan sebutan akhlak yang baik. Allah juga telah menyebutkan didalam Alqur’an bahwa Allah menciptakan manusia supaya bisa saling mengenal dan juga mengasihi. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat ke 13 berikut ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 “Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat: ayat 13).

 

Kesalahan tentang Cinta

Jadi pada dasarnya di dalam islam memandang sebuah rasa cinta dengan sesama manusia adalah suatu yang menjadi fitrah dan wajar terjadi. Cinta tersebut bisa diwujudkan dengan saling tolong menolong dan menjalin hubungan suilaturahmi.

Adapun Islam tidak membolehkan bagi umatnya untuk menyalahgunakan cinta adalah untuk hal-hal yang memang dilarang didalam agama. Seperti fenomena pacaran yang dilakukan sebelum pernikahan yang saat ini sudah menjadi budaya masyarakat saat ini.

Cinta yang seharusnya bisa muncul apabila seseorang telah menikah dan juga berumah tangga atas dasar cinta mereka kepada Allah SWT. Sedangkan pacaran yang merupakan cinta yang diselimuti dengan nafsu justru bisa memberikan akibat yang tidak baik dan menjerumuskan pelakunya kedalam perbuatan zina.

Supaya mampu menghindari hal tersebut, maka sebaiknya seseorang tersebut senantiasa mencintai Allah SWT diatas cinta yang lainnya. Karena cinta inilah yang akan membentengi dirinya dari segala perbuatan maksiat terlaknat.

Pada hakikatnya, cinta adalah menyangkut kehidupan spiritual dan emosional seseorang. Cinta yang paling benar adanya adalah cinta kepada Allah SWT. Cinta sendiri mampu menjadi sebuah energi yang menggerakkan kehidupan manusia apabila dilakukan dengan cara yang benar.

Gambar Kata-kata Cinta Sejati Islami

apa itu cinta

apa itu cinta?

apa itu cinta

apa itu cinta?

apa itu cinta

apa itu cinta?

Demikianlah pengertian dan definisi dari cinta atas pertanyaan kalian tentang apa itu cinta. Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk klik like dan share ke teman kalian juga ya.

#Apa itu cinta? #Apa itu cinta sejati? #Apa itu cinta sejati menurut islam?#Apa arti kata cinta?

Leave a Reply

error: Content is protected !!