Cerita Kisah Nabi Syu’aib AS Lengkap Dengan Mukjizat Nabi Syu’aib

Cerita Kisah Nabi Syuaib AS Lengkap Dengan Mukjizat Nabi Zyu’aib AS – Pada kesempatan kali ini menceritakan kisah Nabi Syu’aib AS dan mukjizatnya yang merupakan seorang Nabi dari bangsa Arab yang diutus oleh Allah kepada kaum Madyan dan Ashabul Aikah. Nabi Syu’aib AS merupakan salah satu dari 4 nabi yang berasal dari bangsa arab lainnya yaitu Hud AS, Saleh AS, dan Muhammad SAW.

Cerita Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

A. Kelahiran Kisah Nabi Syu’aib AS

Nabi Syu’aib satu garis keturunan dengan Nabi Yakub AS, dengan urutan Syu’aib bin Mikil bin Yasjir bin Madyan bin Ibrahim. Nabi Syu’aib terlahir di Madyan, terletak di pantai Laut Merah di tenggaranya Gunung Sinai. Lebih tepatnya di sebelah Barat Laut Hijaz ibukota Al-Bada.

Kisah Nabi Syu'aib AS

sekolahminggu-rawamangun.blogspot.com

Nabi Syu’aib AS terlahir dan hidup bersama kaum Madyan yang merupakan kaum Nabi Luth. Setelah Nabi Luth AS wafat, kaum Madyan tidak lagi beriman dan tidak menghiraukan lagi ajaran dari Nabi Luth AS.

B. Kehidupan Kisah Nabi Syu’aib AS

Dalam kisah Nabi Syu’aib AS merupakan seorang yang ahli pidato dan orator dengan penuh kefasihan dengan kedalaman kata-kata. Pidato untuk menyeru masyarakat Madyan agar beriman kepada Allah SWT, sehingga Nabi Syu’aib di sebut juga Khatibhul Anbiya.

I. Kehidupan Kaum Madyan

Kisah Nabi Syu'aib AS

kajianlintasreligi.blogspot.com

Kaum Madyan merupakan kaum yang bertempat tinggal di daerah Madyan di Mi’an yang terletak di tengah-tengah antara Syam dan Hijaz. Kebanyakan dari mereka bekerja dengan berniaga atau berdagang, yang sudah di ajarkan sejak kecil bagaimana cara berdagang yang berhasil.

Sehingga tidak heran apabila mereka hidup dengan tenang karena tidak pernah mengalami kerugian sekecil apapun. Namun mereka mempunyai kebiasaan buruk dengan melakukan mengurangi takaran dalam timbangan saat berjualan. Sehingga barang yang mereka jual, saat dibeli orang tidak sama takarannya dengan timbangan.

Mereka biasa menimbun barang dengan membeli barang dengan harga murah sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan di dalam gudang sampai musim kemarau. Pada saat musim kemarau itu mereka baru mengeluarkannya untuk dagangan dan di perjual dengan harga yang cukup tinggi.

Sehingga membuat para pembelinya tercekik kemahalan pada saat musim kemarau. Mereka tidak mempunyai sikap toleransi kepada sesama saudaranya, mereka suka dengan menginjak-nginjak hak asasinya.

Kejujuran tidak lagi ada pada diri diantara mereka, dan berakibat mereka saling mencurigai satu sama lainnya. Karena semua hal yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ajaran Nabi Luth. Namun mereka tidak pernah mempunyai akan fikiran apabila di suatu saat nanti harta yang mereka miliki akan lenyap.

Selain itu kaum Madyan tidak mau bekerja keras, mereka bermalas-malasan setiap hari. Kemudian banyak juga dari Kaum Madyan yang merampok dan mencuri. Mereka tidak segan-segan untuk menganiaya dan membunuh korbannya jika barang yang di mintanya tidak diberikan.

Sifat-sifat kaum Madyan yang seperti itu membuat penduduk lainnya tidak tenang dan tidak bisa untuk tidur malam. Para penduduk tidak berani untuk berdagang karena selalu mendapat ancaman dan penganiayaan dari Kaum Madyan. Dalam Alquran surat Hud ayat 84 Allah SWT berfirman tentang penduduk kaum Madyan.

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

II. Keingkaran Kaum Madyan

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Mereka merupakan kaum dari Nabi Luth AS, yang setelah Nabi Luth AS telah wafat mereka ingkar. Mereka senang melakukan maksiat dan kerusakan, sehingga mereka juga tidak lagi beriman menyembah Allah SWT. Mereka justru menyembah kepada berhala-berhala untuk menjadi tuhannya.

Mereka ingkar kepada Allah SWT dengan beralasan karena ALlah SWT tidak dapat di lihat. Akhirnya mereka menyembah tersebut dengan menyediakan patung di rumahnya yang di beri tempat khusus untuk pemujaan. Selain di rumah, mereka juga menyediakan tempat khusus untuk batu yang mereka sembah berada di tanah lapang. Sehingga mereka bisa menyembah patung berhala itu secara berbondong-bondong.

Kaum Madyan tidak lagi menegakkan ajaran yang pernah diajarkan oleh Nabi Luth AS, mereka menganggap orang tua yang menyembah Allah adalah bodoh. Mereka malah mengajak para orang tua untuk menyembah berhala, dan apabila tidak mau menuruti maka akan mereka siksa.

III. Kisah Nabi Syu’aib AS Diutus Allah SWT

Kisah Nabi Syu'aib AS

mengenalsecretsocieties.blogspot.com

Disaat seluruh penduduk Madyan sudah tidak ada lagi yang berbuat kebajikan dan kebaikan. Allah SWT pada akhirnya mengutus seorang Nabi untuk menjadi khalifah dan menuntun mereka ke jalan yang Allah ridhoi. Kemudian diutuslah Nabi Syu’ain AS untuk menjadi seorang nabi utusan Allah SWT.

Pada awalnya Nabi Syu’aib AS mengamati dan melihat akan perbuatan yang mereka lalui. Namun semakin hari semakin lama akhlak dan perbuatan yang mereka lakukan menjadi tidak karuan. Hingga pada akhirnya Nabi Syu’aib AS harus mengambil suatu tindakan atas perbuatan mereka.

Nabi Syu’aib berusaha menasihati mereka Kaum Madyan dengan kata-kata yang lembut dan tegas untuk mengembalikan mereka ke jalan yang  benar. Nabi Syu’aib AS ingin mengetahui akan reaksi yang di perlihatkan Kaum Madyan setelah mendengar ucapan yang Ia sampaikan.

IV. Kisah Nabi Syu’aib AS Berdakwah Kepada Kaum Madyan

Kisah Nabi Syu'aib AS

www.fimadani.com

Setelah mengetahui akan perbuatan perilaku Kaum Madyan yang sudah terlewat batas. Akhirnya Nabi Syu’aib AS berusaha menyadarkan mereka dengan langkah pertama untuk mengajak mereka meninggalkan berhala yang mereka sembah.

” Wahai semua saudaraku, berhentilah dalam penyembahan patung itu. Sembahlah Allah yang telah menciptakan dan menjadikan langit dan bumi beserta isinya.”

Akhirnya ajakan yang disampaikan Nabi Syu’aib AS kepada Kaum Madyan itu mendapat tanggapan dari orang-orang Madyan. Namun ajakan yang disampaikan Nabi Syu’aib itu membuat Nabi Syu’aib AS dianggap tidak waras oleh Kaum Madyan. Dan Kaum Madyan yang marah karena merasa tuhannya dihina berkata kepada Nabi Syu’aib.

” Wahai Syu’aib, mengapakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan-tuhan itu. Apabila kamu tidak senang, maka kamu tinggalkanlah tempat ini.”

Dengan hatidan suara yang tetap tenang Nabi Syu’aib AS berkata kepada Kaum Madyan.

” Allah SWT tidak ada yang mampu menyamai-Nya. Ketahuilah bahwasannya Allah merupakan Tuhan yang menolong akan setiap segala kesulitan.”

V. Kisah Penolakan Kaum Madyan Akan Dakwah Nabi Syu’aib AS

Kisah Nabi Syu'aib AS

sangsabda.wordpress.com

Setelah mendengar akan seruan yang diberikan Nabi Syu’aib AS, Kaum Madyan merasa tidak suka. Kemudian mereka menghalangi orang-orang yang hendak akan menuju rumah Nabi Syu’aib dengan duduk-duduk setiap sore di tengah jalan. Dengan gembira mereka menghina pengikut Nabi Syu’aib AS.

Mereka beranggapan bahwa pengikut Nabi Syu’aib AS itu merupakan orang-orang yang bodoh. Sehingga mereka banyak mencaci dan menyakiti hati para pengikut Nabi Syu’aib AS. Para pengikut Nabi Syu’aib banyak menerima hambatan dan hinaan, sehingga membuat para pengikutnya melaporkan penghinaan yang diterima dari mereka.

Namun Nabi Syu’aib AS tidak pernah marah sedikitpun akan hinaan yang diterimanya dari Kaum Madyan. Beliau malah justru mendoakan mereka yang menghinanya supaya diberi jalan benar yang di ridhoi Allah supaya mau menerima ajakannya beriman kepada Allah SWT.

Dalam Kisah Nabi Syu’aib AS berkata pada Kaum Madyan, Allah SWT berfirman di dalam Alquran surat Al-A’raf ayat 86.

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Disetiap dakwahnya Nabi Syu’aib AS selalu mendapatkan hinaan maupun cacacian dari Kaum Madyan. Kaum Madyan berusaha untuk menghentikan dakwah yang disampaikan Nabi Syu’aib AS. Namun usaha mereka untuk menghentikan dakwah Nabi Syu’aib AS tidak pernah berhasil, atas perlindungan Allah SWT kepada Nabi Syu’aib.

VI. Kepergian Kaum Madyan

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Dalam kisah Nabi Syu’aib AS telah bertujuan untuk menyadarkan Kaum Madyan untuk meninggalkan penyembahan berhala yang mereka lakukan. Namun usaha Nabi Syu’aib AS untuk menyadarkan Kaum Madyan tidak berhasil, tetapi dakwahnya tidak berhenti sampai disitu. Nabi Syu’aib tetap melanjutkan upayanya untuk mengajak Kaum Madyan beriman kepada Allah SWT.

Wahai kaumku, aku tidak pernah meminta akan upah dan tidak meminta pujian dari diri kalian. Aku hanya mengajak kalian untuk menyembah Allah SWT, karena hanya dialah Tuhan yang pantas untuk disembah. Hentikanlah penyembahan kalian terhadap batu-batu yang bisu itu.” Perkataan Nabi Syu’aib AS kepada sekumpulan kaum Madyan.

“Wahai Syu’aib, apakah agamu telah menyuruh kami untuk meninggalkan penyembahan yang turun dari bapak-bapak kami?” Tanya beberapa Kaum Madyan dengan emosi kepada Nabi Syu’aib.

“Bagaimanakah pabila aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku?” Tanya Nabi Syu’aib AS kepada beberapa Kaum Madyan.

“Bukti apakah yang hendak kamu tunjukkan kepada kami?” Tanya beberapa orang dari Kaum Madyan.

Semua seruan yang disampaikan Nabi Syu’aib AS tidak pernah mendapatkan pengakuan dari orang-orang Kaum Madyan. Sehingga semua seruan yang disampaikan Nabi Syu’aib AS selalu mendapatkan tantangan. Kemudian Nabi Syu’aib AS berkata kepada Kaum Madyan.

“Apakah kalian tidak pernah mendengar akan cerita dari kakek, nenek, bapak ibu kalian maupun pendahulu kalian tentang hancurnya kaum Nabi Luth AS.?” Tanya Nabi Syu’aib AS.

Mendengar pertanyaan yang disampaikan Nabi Syu’aib AS, para orang-orang Madyan berfikir dua kali saat akan menjawabnya. Diantara mereka Kaum Madyan ada yang membenarkan akan kenabian Nabi Syu’aib AS. Namun ada pula sebagian yang tidak mau mendengarkan apa yang telah disampaikan Nabi Syu’aib AS.

Kemudian sedikit demi sedikit parang orang-orang kaum Madyan pergi meninggalkan Nabi Syu’aib AS beserta para pengikutnya. Hingga pada akhirnya dari Kaum Madyan tidak ada yang tersisa satupun juga.

VII. Kisah Kepergian Nabi Syu’aib AS ke Ashabul Aikah

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Dakwah dan ajaran yang disampaikan Nabi Syu’aib AS tidak pernah didengar oleh para Kaum Madyan. Sehingga Nabi Syu’aib AS pergi ke wilayah lain yang bernama Ashabul Aikah. Nabi Syu’aib AS berharak dakwahnya yang disampaikan dan diajarkan bisa diterima oleh masyarakat setempat.

Tetapi penduduk Ashabul Aikah tidak ada bedanya dengan Kaum Madyan, mereka bahkan lebih berani menentang dan menghina Nabi Syu’aib. Mereka beranggapan dan mengatakan bahwa Nabi Syu’aib AS merupakan seorang penyihir. Namun Nabi Syu’aib AS tidak marah, Beliau tetap berdakwah hingga ada penduduk Ashabul Aikah mengikuti ajarannya.

Namun hari semakin hari Nabi Syu’aib AS berdakwah ia selalu mendapatkan halangan dari penduduk Ashabul Aikah. Sehingga Nabi Syu’aib AS meminta kepada Allah, mengadukan akan kesulitan dakwahnya itu.

VIII. Azab Allah Kepada Kaum Ashabul Aikah

Kisah Nabi Syu'aib AS

Setelah semua usaha yang dilakukan Nabi Syu’aib AS untuk mengajak Kaum Madyan dan Kaum Ashabul Aikah tidak membuahkan hasil. Akhirnya Nabi Syu’aib AS meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kemudian Nabi Syu’aib AS berdoa memohon kepada Allah SWT.

“Ya Allah, bukakanlah pintu hati mereka supaya mau mengikuti ajaranku untuk beriman kepadamu”

Nabi Syu’aib AS tetap yakin bahwasannya disuatu saat nanti kaum Madyan dan kaum Ashabul Aikah akan mau menerima ajaran yang Ia sampaikan. Berasal dari pemikirannya itu, Nabi Syu’aib AS tidak putus asa sedikitpun tetap berlanjut untuk meneruskan dakwahnya. Walaupun Ia tetap selalu mendapatkan cacian dan hinaan. Sehingga Nabi Syu’aib AS berkata kepada mereka.

“Wahai saudara-saudaraku, apabila kalian tidak tidak ada yang mau untuk menyembah Allah serta tidak mau menghentikan setiap perbuatan maksiatmu. Niscaya Allah SWT akan menurunkan azabnya terhadapmu.”

Seruan Nabi Syu’aib itu tetap tidak didengar dan tidak diperhatikan oleh Kaum Ashabul Aikah. Mereka justru malah ingin mendapatkan bukti akan adanya azab itu. Dan Nabi Syu’aib AS berkata.

“Tunggulah untuk beberapa hari ini, niscaya kalian akan mendapatkan dan merasakannya.”

Setelah itu Nabi Syu’aib AS berkemas serta mengajak semua para pengikutnya untuk meninggalkan daerah itu. Dan kemudian mereka menuju daerah kaum Madyan. Kemudian setelah kepergian Nabi Syu’aib AS dan para pengikutnya yang beriman, tiba-tiba datang awan yeng bergulung-gulung.

Secara perlahan-lahan bergerak menuju tempat kaum Ashabul Aikah yang telah ingkar kepada Nabinya. Awan yang menimbulkan hawa panas itu menaungi wilayah kaum Ashabul Aikah. Mereka mencari tempat berlindung karena merasakan panas yang telah dihasilkan awan itu.

Kemudian secara mendadak datang guntur yang menyambar kaum Ashabul Aikah. Di saat hari itu merupakan hari siksaan bagi kaum Ashabul Aikah yang telah mendustakan Nabinya.

IX. Kisah Azab Allah SWT Kepada Kaum Madyan

Kisah Nabi Syu'aib AS

muhandisun.wordpress.com

Setibanya Nabi Syu’aib di daerah perkampungan kaum Madyan, Ia tetap berdakwah megajak mereka beriman kepada Allah SWT. Namun Kaum Madyan tetap teguh akan pendirian mereka yang dahulu. Sehingga Nabi Syu’aib AS berkata memperingatkan  kepada mereka tentang apa yang terjadi dengan kaum Ashabul Aikah.

“Wahai kaumku apakah kalian tidak mengetahui bahwa orang-orang yang mendiami daerah Ashabul Aikah telah mengalami azab siksaan.” Kata Nabi Syu’aib memperingatkan Kaum Madyan dengan memberi contoh dengan apa yang terjadi pada kaum Ashabul Aikah.

“Wahai Syu’aib kejadian bencana itu sudah wajar terjadi. Bencana itu tidak datang dari dirimu dan bukan juga dari tuhanmu. Melainkan bencana itu datangnya dari alam.” Teriak mereka dengan mengejek Nabi Syu’aib AS.

“Jika kalian tidak mau menerima akan ajaranku serta tidak mau meninggalkan perbuatan maksiatmu. Niscaya Allah akan menurunkan siksaan padamu juga.” Kata Nabi Syu’aib AS yang memperingatkan kaum Madyan.

“Apabila itu memang benar siksaan yang merupakan berasal dari Tuhanmu, maka kami ingin mnginginkannya juga.” Mereka berkata dengan sombongnya.

Semua nasihat yang telah diberikan Nabi Syu’aib AS tetap tidak mereka dengarkan. Hingga pada akhirnya Nabi Syu’aib AS dan para pengikutnya pergi untuk meninggalkan wilayah kaum Madyan.

Beberapa hari setelah kepergian Nabi Syu’aib AS dari wilayah kaum Madyan,  Allah SWT menurunkan azabnya. Allah menurunkan azab kepada kaum Madyan dengan menurunkan guntur dengan sekali sambar kaum Madyan musnah tidak ada yang tersisa. Azab itu merupakan balasan mereka yang mendustakan nabi yang telah menunjukkan jalany yang benar.

Azab yang di turunkan Allah SWT kepada kaum Madyan terdapat pada Alqur’an surat Hud ayat 94. Allah berfirman dalam Alquran.

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Nabi Syu’aib AS merasa sedih akan kejadian yang menimpa pra kaumnya tersebut. Nabi Syu’aib AS berkata: “Aku telah menyampaikan kepada mereka tentang risalah Allah SWT. Menasihati dan mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan mereka yang mungkar dan meninggalkan kebatilan mereka.

Aku juga telah menyampaikan akan siksaan Allah SWT yang akan menimpa mereka jika mereka tetap berkeras hati.  Namun mereka tidak pernah menghiraukan dan tidak mempercayai tentang apa yang aku sampaikan. Karenanya tidak patutlah aku untuk bersedih hati atas kejadian bencana yang telah membinasakan mereka.

C. Wafatnya Nabi Syu’aib

Kisah Nabi Syu'aib AS

lenterahidup.net

Menurut sejarah pada kisah Nabi Syu’aib AS wafat pada umurnya yang menginjak 110 tahun. Nabi Syu’aib AS dimakamkan di Yordania.

Demikian cerita kisah Nabi Syu’aib AS, dengan adanya kisah Nabi Syu’aib AS ini dapat meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan semoga kisah Nabi Syu’aib AS ini dapat memberi pelajaran yang berguna untuk kehidupan kita kedepannya.

Sebelum ======= Selanjutnya

Leave a Reply

error: Content is protected !!