Kisah Sejarah Walisongo Dan Silsilah Nama-nama Sunan 9 Para Walisongo

Sejarah Wali Songo dan Silsilah Nama-nama Sunan Walisongo – Berikut ini kita akan membahas tentang cerita kisah sejarah Walisongo lengkap dan silsilah nama-nama walisongo yang terdiri dari 9 kisah para wali . Dalam cerita kisah sejarah Wali Songo, dalam sejarah Walisongo adalah sebutan bagi 9 nama-nama sunan yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

Sehingga agama Islam mulai berkembang dan menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia pada saat itu saat ini dan semoga sampai kapanpun. 9 nama-nama walisongo itu terdiri dari Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Ampel, Sunan Gresik dan Sunan Kudus.

sejarah walisongo

nama-nama-wali-songo-riwayat-tempat-dan-gambarnya

Karena sumbangsih mereka dan suatu berkah serta rahmat dari Allah SWT, sehingga melalui 9 Sunan Walisongo membuat kita berada di jalan Islam. Mengikuti jejak agama Rasulullah Muahmmad SAW yang telah beliau ajarkan kepada kaumnya untuk menyembah Allah SWT.

Peranan 9 Sunan dalam sejarah Walisongo sangat penting dalam penyebaran agama tentang islam di tanah Jawa dan Nusantara. 9 Sunan Walisongo memberi keteladanan dengan akhlak yang mulia dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Membaur dengan melakukan pekerjaan bercocok tanam, berdagang, dan lain-lain.

Namun mungkin masih banyak sebagian dari kita belum mengetahui siapa saja nama-nama Sunan dalam sejarah Walisongo tersebut. Menyadari akan hal tersebut maka pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang sejarah 9 nama-nama Sunan dalam sejarah Walisongo.

Nama asli 9 Sunan para Walisongo dan penyebarannya agama Islam mungkin perlu diketahui sebagai acuan sejarah agama Islam di Indonesia. Walisongo menyebarkan agama Islam dengan cara yang halus tanpa adanya pemaksaan. Mereka masuk ke Indonesia melalui jalur perniagaan atau perdagangan dan melalui budaya daerah setempat.

A. Sejarah Walisongo Menyebar di Wilayah Nusantara

sejarah walisongo

Atlas Wali Songo

Para Wali Songo memiliki riwayat dan tempat untuk berdakwah tersendiri. Selain itu juga, setiap para wali ini juga menitipkan wasiat serta peninggalan kepada umat Islam di Nusantara.

Mereka mulai menyebar agama Islam mulai pada abad ke 14 di 3 wilayah besar yang berada di pulau Jawa. Ketiga wilayah itu meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di wilayah itu mereka tinggal di daerah sekitar pantai utara Pulau Jawa.

Di wilayah Jawa Timur ada yang tinggal di daerah Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Gresik. Wilayah Jawa Tengah meliputi daerah Demak, Kudus dan Muria, dan di Wilayah Jawa Barat di daerah Jawa Barat.

B. Era Sebelum Kedatangan Wali Songo

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Pada saat sebelum era sejarah Walisongo ada, sebagian besar pulau Nusantara penduduknya di dominasi oleh agama Hindu dan Budha. Sebenarnya sebelum hadirnya Walisongo di tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam, sudah ada pembuka agama Islam di tanah Jawa.

Menurut sejarah beliau merupakan utusan dari negeri Arab yang bernama Syekh Subakir. Beliau di utus dari negeri Arab untuk menyebarkan agama Islam ke tanah Jawa.

Tetapi karena pada saat perjuangannya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Konon Ia mendapat benturan dari kekuatan gaib yang jahat, yang masih menguasai tanah Jawa. Masyarakat pada zaman itu pun masih kokoh untuk memegang kepercayaan lama mereka.

Dan kepercayaan masyarakat itu di pengaruhi oleh banyaknya makhluk gaib yang menghuni dan mempengaruhi masyarakat untuk menyembah pepohonan, batu-batuan dan hal berbau musrk lainnya.

Dalam sejarah, akhirnya Syekh Subakir berusaha untuk menghilangkan gangguan Jin dan setan itu. Atas izin Allah SWT Syekh Subakir menggunakan perantara batu hitam yang ia pasang di tengah-tengah pulah Jawa di Gunung Tidar.

Setelah terpasang batu hitam itu muncullah kekuatan gaib yang menimbulkan gejolak besar yang membuat jin dan setan mengamuk. Lalu Syekh Subakir meredam dengan bersialog bersama mereka. Lalu setan dari golongan jin itu berkata.

” Meskipun kamu bisa meredan akan amukan kami serta kamu bisa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Namun tujuan kami untuk menyesatkan masih tetap berlaku atas-ku.” Kata setan.

” Apakah yang kamu maksud itu?” kata Syekh Subakir.

” Aku masih diperbolehkan untuk menggoda para manusia, termasuk menggoda orang-orang Islam yang beriman lemah”. Kata setan.

Para makhluk halus yang itu pun akhrnya pergi ke Pantai Selatan, yang biasanya terkenal Nyi Roro Kidul. Syekh Subakir dikenal sebagai seorang wali Allah yang menaklukkan jin dan makhluk halus yang jahat di Gunung Tidar.

Setelah Syekh Subakir berhasil menaklukkan setan dari bangsa jin itu, ia akhirnya kembali ke negeri asalnya di Rom (Baghdad). Kemudian masa penyebarannya di teruskan oleh para Wali Songo.

C. Nama-nama Sunan Dan Sejarah Wali Songo Beserta Peninggalan dan Sejarahnya

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Nama-nama Walisongo atau Sunan yang biasa kita kenal dalam keseharian kita merupakan nama sebutan atau julukan. Nama Wali sendiri memiliki arti utusan atau wakil yang dalam Islam dikenal dengan kata waliyullah atau waliallah. Yang memiliki rarti beriman, pelindung, bertakwa dan dapat dipercaya. Sedangkan Songo yang berarti sembilan dalam bahasa Jawa.

Para wali-wali ini mengabdikan dirinya di jalan Allah SWT untuk mengajak orang lain beriman kepada Allah. Nama-nama para Walisongo tersebut tercantumkan dalam sejarah persebaraan agama Islam di Nusantara. Berikut Nama-nama Sunan dalam sejarah Walisongo beserta peninggalan dan Sejarahnya.

1. Sunan Gresik

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Gresik merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah walisongo dasar perjuangan utama Sunan Gresik adalah menghilangkan sistem kasta yang berada pada kalangan masyarakat. Karena bahwasannya semua manusia itu sama di mata Allah SWT, yang membedakannya hanyalah amal ibadahnya saja.

Nama Asli Sunan Gresik: Maulana Malik Ibrahim.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Gresik: Gresik, Jawa Timur.

Peninggalan Sunan Gresik: Masjid Malik Ibrahim di Leran, Gresik, Jawa Timur.

Tahun Wafatnya Sunan Gresik: 1419 M

Makam Sunan Gresik: Desa Gapura Wetan, Gresik.

Sejarah Sunan Gresik: Menurut sejarah Walisongo beliau merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW ke 22. Ia mulai dakwah penyebaran agama Islam pertamanya di pulau Jawa pada akhir masa kerajaan Majapahit.

Beliau merangkul dan menolong rakyat jelata yang merupakan korban dari perang saudara akibat runtuhnya kerajaan Majapahit. Sunan Gresik menarik hati masyarakat pada saat itu dengan melakukan bercocok tanam dan berdagang.

Sehingga para masyarakat yang kesulitan sedang dalam kesulitan ekonomi, terbantu dan mulai secara perlahan ingin mempelajari agama Islam. Karena semakin banyaknya masyarakat yang ingin belajar agama Islam.

Kemudian Sunan Gresik mendirikan sebuah pondok pesantren di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur. Beliau mengajarkan tentang ilmu agama Islam hingga akhir hayatnya.

2. Sunan Ampel

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Ampel merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah Walisongo falsafah ajaran yang terkenal yang diajarkan dari Sunan Ampel pada saat itu yaitu “Moh Limo“. Moh Limo sendiri memiliki arti Moh artinya tidak atau menolak, dan Limo memiliki arti lima.

Jadi isi pada falsafah ajaran tersebut mempunyai makna “Untuk menolak dan tidak melakukan lima hal. Kelima hal itu yaitu Moh Main artinya Tidak Berjudi, Moh Ngombe artinya Tidak Minum-minuman Alkohol, Moh Maling artinya Tidak Mencuri, Moh Madat artinya Tidak Menghisap Narkoba, Moh Madon artinya Tidak Berzina.

Nama Asli Sunan Ampel: Raden Rahmat.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Ampel: Surabaya.

Peninggalan Sunan Ampel: Masjid Ampel di Ampel Denta, Surabaya.

Tahun Wafatnya Sunan Ampel: 1481 M.

Makam Sunan Ampel: Di Sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

Sejarah Sunan Ampel: Menurut sejarah Sunan Ampel yang bernama asli Raden Rahmat merupakan anak dari pasangan Sunan Gresik dan Dewi Condro Wulan.

Beliau menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat di daerah pedesaan Ampel Denta di Surabaya. Disana Beliau mendirikan pondok pesantren untuk masyarakat yang ingin belajar dan mendalami tentang agama Islam.

3. Sunan Bonang

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Bonang merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah Walisongo, Sunan Bonang merupakan salah satu tokoh Walisongo yang dalam ajaran Sunan Bonang ia menyampaikan “Jangan bertanya, Jangan memuja nabi dan wali-wali, jangan mengaku Tuhan. jangan mengira tidak ada padahal ada, sebaiknya diam , jangan sampai di goncang kebingungan.

Nama Asli Sunan Bonang: Maulana Makdum Ibrahim.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.

Peninggalan Sunan Bonang: Alat musik tradisional gamelan yang berisi bonang, bende dan kenong. Juga perkenalkan gapura yang berarsitektur tema islam.

Tahun Wafatnya Sunan Bonang: 1525 M.

Makam Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.

Sejarah Sunan Bonang: Sunan Bonang yang bernama asli Maulana Makdum Ibrahim merupakan anak dari pasangan Sunan Ampel dan Dewi Condrowati. Setelah ayahnya Sunan Ampel wafat Sunan Bonang memutuskan untuk belajar agama di Malaka di wilayah Samudra Pasai.

Di sana Sunan Bonang menimba ilmu dari Sunan Giri yang mempunyai ilmu khusus dalam metodologi pengajaran agama Islam yang bisa menarik hati para masyarakat. Kemudian setelah selesai menimba ilmu di sana Beliau kembali lagi ke Tuban.

Sesampainya di Tuban Sunan Bonang mendirikan sebuah pondok pesantren di tanah kelahiran ibunya tersebut. Karena karakteristik masyarakat Tuan yang senang akan hiburan.

Maka dari itu Sunan Bonang pun mempunyai ide untuk membuat alat musik gamelan untuk menarik minat masyarakat Tuban untuk belajar agama Islam. Sehingga di saat Sunan Bonang mengadakan pertunjukan gamelan, di sela-selanya ia melakukan dakwah.

4. Sunan Drajat

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Drajat merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Di dalam sejarah Walisongo ajaran yang disampaikan Sunan Drajat ia sering menyampaikan tentang “Suluk Petuah” kepada murid-muridnya. Ada beberapa pesan-pesan yang terdapat di dalam suluk petuah tersebut untuk di tanamkan ke dalam diri manusia.

Beberapa kutipan yang ada di dalam suluk petuah tersebut adalah. Wenehono teken wong kang wuto artinya berilah tongkat pada orang buta. Wenehono mangan marang wong kan luwe artinya berilah makan kepada orang yang lapar.

Wenehono busono marang wong kang wudo artinya berikanlah pakaian kepada orang yang telanjang. Wenehono ngiyup marang wong kang kudanan artinya berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.

Nama Asli Sunan Drajat: Raden Qosim

Daerah Penyebaran Islam Sunan Drajat: Desa Jelog, Pesisir Banjarwati, Lamongan.

Peninggalan Sunan Drajat: Gamelan singa mangkok.

Tahun Wafatnya Sunan Drajat: 1522 M.

Makam Sunan Drajat: Paciran, Lamongan.

Sejarah Sunan Drajat: Menurut sejarah Sunan Drajat merupakan saudara seibu dengan Sunan Bonang. Setelah ayahnya meninggal, Beliau belajar dan berguru tentang ilmu agama Islam dari Sunan Muria.

Kemudian Beliau kembali lagi ke Desa Jelog, Pesisir Banjarwati, Lamongan. Sesampainya Sunan Drajat di Lamongan, Beliau mengajarkan apa yang telah di pelajarinya dari Sunan Muria kepada para Masyarakat.

Karena semakin hari muridnya semakin banyak, akhirnya Sunan Drajat memutuskan untuk mendirikan sebuah pondok pesantren. Pondok pesantren tersebut terletak di daerah Daleman Duwur, Desa Drajat, Paciran Lamongan.

5. Sunan Kalijaga

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Kalijaga merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah walisongo Sunan Kalijaga merupakan salah satu walisongo yang menerapkan ajaran agama Islam secara dengan bertahap, dengan menanamkan nilai agama di dalam budaya dan ideologi masyarakat. Ia berkeyakinan, apabila agama Islam telah dipahami maka kebiasaan buruk secara sendirinya akan hilang.

Nama Asli Sunan Kalijaga: Raden Said.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Kalijaga: Cirebon, Jawa Barat.

Peninggalan Sunan Kalijaga: Seni ukir, wayang, gamelan dan suluk.

Tahun Wafatnya Sunan: 1513 M.

Makam Sunan Kalijaga: Desa Kadilangu, Demak Bintara, Jawa Barat.

Sejarah Sunan Kalijaga: Sunan Kalijaga merupakan orang pribumi asli pulau Jawa yang lahir di Tuban, Jawa Timur. Sunan Kalijaga merupakan putra dari Arya Wilatikta yang merupakan tokoh pemberontak pmpinan Ronggolawe di zaman kerajaan Majapahit.

Nama julukan Kalijaga sendiri yang diberikan, menurut beberapa pendapat berasal dari nama sebuah dusun di Cirebon. Dusun itu bernama Kalijaga, dahulu kala memang menurut cerita sejarah Sunan Kalijaga memang sangat dekat dengan Sunan Gunung Jati.

6. Sunan Kudus

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Kudus merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah Walisongo Sunan Kudus merupakan salah satu dari Wali Songo yang mewariskan budaya toleransi antara umat beragama. Salah satu yang ajarannya yaitu dengan menyembelih kerbau saat hari raya Idul Adha, untuk menghormati para umat Hindu di kudus.

Nama Asli Sunan Kudus: Ja’far Shadiq.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Kudus: Kudus, jawa Tengah.

Peninggalan Sunan Kudus: Masjid Menara Kudus.

Tahun Wafatnya Sunan Kudus: 1550 M.

Makam Sunan Kudus: Kudus, Jawa Tengah.

Sejarah Sunan Kudus: Sunan Kudus merupakan cucu dari Sunan Ampel dan istrinya Dewi Condrowati dari anaknya yang bernama Syarifah. Berarti beliau masih dalam saudarnya keponakan Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Nama julukan Sunan Kudus sebenarnya di ambil dari nama tempatnya belajar di Al-Quds.

Semasa hidupnya Ia belajar ilmu agama dari kedua pamannya tersebut dan juga pergi ke Al-Quds,, Yarusssalem, Palestina. Disana beliau mendapat banyak ilmu agama dan ilmu pengetahuan dari berbagai ulama-ulama Arab.

Setelah menimba ilmu disna Beliau kembali ke Nusantara, dan sesampainya di Nusantara Beliau berinisiatif untuk mendirikan pondok pesantren. Disana ia mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam untuk berdakwah mengajak para masyarakat beriman dann bertakwa kepada Allah SWT.

Sunan Kudus memiliki ilmu-ilmu yang sangat luas hasil dari Ia menimba ilmu dari para ulama-uama di Jawa dan Timur Tengah. Karena ilmunya yang luas itu akhirnya Sunan Kudus di minta oleh para masyarakat untuk menjadi pemimpin daerah Kudus.

Akhirnya Beliau pun menyanggupinya, karena menurutnya itu juga menjadi salah satu kesempatan untuk menyebarkan dakwah agama Islam. Apalagi Beliau bisa berdakwah di kalangan para pejabat, priyay dan para bangsawan kerajaan di Jawa.

Karena ilmu Sunan Kudus yang luas itu, akhirnya Beliau mendapat gelar Wali Al-ilmi yang berarti orang yang berilmu. Dalam melakukan dakwah Sunan Kudus juga memakai metode menyisipkan ajaran agama Islam melalui budaya.

7. Sunan Muria

sejarah walisongo

lenterahidup.net

SunanMuria merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah Walisongo Sunan Muria merupakan salah satu tokoh walisongo yang terkenal dalam pengajarannya dalam berdakwah tentang agama Islama, ia menggunakan sebuah tembang sinom dan kinanti. Sunan Muria juga mewariskan budaya kenduri yang berarti mendoakan orang yang telah meninggal setelah dikubur.

Dalam kenduri itu ada nelung dinani berarti tiga hari, mitung dinani berarti 7 hari, matangpuluhi berarti 40 hari, nyatus berarti 100 hari, mendak pisan, mendak pindo, nyewu berarti 1000 hari.

Nama Asli Sunan Muria: Raden Umar Said.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Muria: Kudus dan Pati.

Peninggalan Sunan Muria: Masjid Muria.

Tahun Wafatnya Sunan Muria: 1551 M.

Makam Sunan Muria: Kudus, Jawa Tengah.

Sejarah Sunan Muria: Sunan Muria merupakan anak dari Sunan Kalijaga dan Istrinya Saroh adik kandung dari Sunan Giri. Sunan Muria dalam menyampaikan dakwahnya menggunakan metode menyisipkan Islam melalui budaya dan dan kesenian masyarakat.

Beliau lebih suka dan akrab kepada masyaraka jelata yang jumlahnya paling banyak dan mereka juga mau menerima ilmu pengetahuan baru. Sunan Muria semasa hidupnya mengajarkan ilmu agama, bertani, berkebun, berdagang dan melaut.

8. Sunan Gunung Jati

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Gunung Jati merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam sejarah Walisongo Sunan Gunung Jati salah satu tokoh Walisongo yang terkenal akan pesan wasiatnya yaitu. “Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat”. Yang artinya menjadi bukan untuk menjadi pribadi, menjadi miskin bukan menjadi beban orang lain.

Nama Asli Sunan Gunung jati: Syarif Hidayatullah.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Gunung Jati: Cirebon, Banten dan Demak.

Peninggalan Sunan Gunung Jati: Masjid merah Panjunan, Kumangang Pintu dan Kereta untuk berdakwah.

Tahun Wafat Sunan Gunung Jati: 1568 M.

Makam Sunan Gunung Jati: Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon Jawa Barat.

Sejarah Sunan Gunung Jati: Sunan Gunung Jati merupakan keturunan bangsawan dari Timur Tengah yang bernama Sultan Syarif Abdullah Maulana. Ayah Sunan Gunung Jati merupakan merupakan keturunan dari Bani Hasyim yang berasal dari Palestina yang menjadi pembesar di Mesir.

Beliau berdakwah di daerah sekitar daerah Cirebon di Jawa Barat. Sehingga Beliau pun membangun sebuah pondok peantren untuk mengajarkan ilmu agama Islam kepada masyarakat.

9. Sunan Giri

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Sunan Giri merupakan salah satu Sunan dari 9 nama-nama Sunan Walisongo. Dalam Sejarah Walisongo Sunan Giri merupakan tokoh walisongo yang terkenal akan penyampaian dakwahnya kepada masyarakat yang ceria. Dalam dakwahnya juga disisipkan dengan hiburan lagu permainan seperti cublak-cublak suweng, jamuran dan lir ilir.

Nama Asli Sunan Giri: Muhammad Ainul Yakin.

Daerah Penyebaran Islam Sunan Giri: Gresik, Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Peninggalan Sunan Giri: Tembang Pucung, Tembang Asmarandana, Masjid Giri, Giri Kedaton dan Telogo Pegat.

Tahun Wafat Sunan Giri: 1506 M

Makam Sunan Giri: Cirebon, Jawa Barat.

Sejarah Sunan Giri: Dalam sejarah, Sunan Giri merupakan anak keturunan dari ulama Islam yang sedang berdakwah di daerah Pasai, Malaka. Tetapi karena di saat itu terjadi konflik, akhirnya ayah Sunan Giri tersebut menitipkan Sunan Giri kepada nelayan agar dibawa ke Jawa.

Sunan Giri pun akhirnya di titipkan kepada nelayan tersebut demi keamanannya. Di saat itu nelayan itu membawa kapalnya melewati Samudra Hindia da menepi di Selat Bali. Sesampai di sana Sunan Giri di angkat anak oleh Dewi Sekardadu yang merupakan putri kerajaan Blambangan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Di sana Sunan Giri di besarkan dan dirawat, serta di sana Ia mendapatkan nama Raden Paku. Kemudian Sunan Giri mulai tumbuh dewasa, dan Dewi Sekardadu pun menceritakan masa lalu dan memberitahukan siapa orang tua sebenarnya.

Setelah itu Sunan Giri berfikir dan memutuskan untuk kembali ke Pasai, Malaka untuk berguru tentang agama kepada ayahnya. Tetapi sebelum kembalinya Sunan Giri ke Pasai, Beliau menyempatkan diri untuk belajar agama Islam kepada Sunan Ampel.

Setelah selesai belajar bersama Sunan Ampel ia pergi ke Pasai untuk belajar ilmu Agama kepada ayahnya. Ketika ayahnya sudah meninggal, Beliau menggantikan ayahnya untuk berdakwah. Setelah lama berada di Pasai, Malaka akhirnya Sunan Giri kembali ke Blambangan untuk berdakwah.

sejarah walisongo

lenterahidup.net

Demikian sedikit sejarah dari nama-nama Sunan Walisongo yang bisa kita pelajari sejarahnya, para nama-nama Sunan Walisongo yang telah berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara Indonesia. Semoga bahasan tentang 9 Sunan Walisongo ini bisa memberi kita hikmah dan hidayah sehingga berguna untuk kita semua.

Baca juga kisah 25 nabi dan rasul dan jangan lupa agar lebih bermanfaat sejarah dan nama-nama sunan walisongo ini like dan share kepada teman-teman sekalian. Agar mereka tahu bagaimana sejarahnya Islam berada di Indonesia.

Leave a Reply