Ini! Vitamin Nafsu Makan Anak Susah Makan Untuk Penambah Nafsu Makan Anak

Vitamin Nafsu Makan Anak – Solusi bagi balita yang susah makan adalah dengan memberikannya vitamin untuk penambah nafsu makannya. Untuk balita atau bayi yang berusia usia 5 Tahun yang mempunyai tubuh sehat, bisa kita pantau dari perkembangan berat badan dan juga tinggi badannya.

Patokan untuk berat badan seorang balita/anak umur 1 tahun adalah beratnya 3 kali lipat dari pada berat badan pada saat ia lahir. Patokan untuk berat anak yang berumur 2 tahun yang idealnya adalah mempunyai berat badan 4 kali lipat dari pada berat badannya pada saat dilahirkan.

Sebagai orang tua yang baik, kita harus terus untuk memantau seperti apa perkembangan berat badan anak kita. Supaya ia mampu tumbuh dan berkembang menjadi sempurna. Sehingga sel sel tubuh pada diri anak mampu berkembang dan berfungsi secara maksimal.

Apabila kita merasa kalau perkembangan berat badan si anak kurang. Maka usahakanlah kita sebagai para orangtua untuk memberikan asupan vitamin untuk penambah nafsu makan anak, supaya berat badan anak kita ini tetap proporsional.

Tetapi pada perkembanga pada balita, seringkali ia susah untuk makan. Sehingga membuat perkembangan dan juga pertumbuhan badannya menjadi berubah tidak ideal. Maka dari itu sebagai orang tua, wajib untuk kita mengetahui apa penyebab anak menjadi susah untuk makan. Apa saja fakto-faktor yang membuat anak menjadi susah untuk makan.

Berikut ini yuk kita bahas satu persatu tentang apa penyebab anak balita kita susah makan:

Penyebab Anak/Balita Susah Makan

vitamin nafsu makan anak

1. Penyebab Anak Susah Makan Karena Kurang Asupan Gizi 

Banyak dari kalangan Bunda yang merasa bahwa sudah cukup memberi akan asupan makanan yang bergizi pada anak. Baik nilai gizi pada kuantitas dan juga kualitasnya yang sesuai dengan menu gizi yang seimbang.

Baik itu mengandung: karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan juga mineral. Namun setelah dilakukan anilisa, ternyata banyak sekali darikalangan Bunda yang tidak menyadari. Kalau makanan yang telah diberikan kepada anak, kuantitasnya masih sangat kurang dari kebutuhan yang diperlukan oleh sang anak.

Idealnya, takaran asupan gizi dan juga nutrisi pada anak harus sebanding dengan kegiatan aktifitas fisik dan aktifitas otak si anak. Padahal berat tubuh anak pada setiap bulannya harus selalu ada kenaikan.

Kalaupun memang ternyata pada setiap bulan berat badannya tidak mengalami kenaikan atau naik namun tidak memuaskan. Maka kita harus berevaluasi kembali akan asupan gizi dan nutrisi anak dengan memperhitungkan aktivitas fisiknya. Apakah asupan nilai gizinya memang sudah cukup untuk memulihkan dan mengantisipasi akan kelebihan aktivitasnya.

2. Penyebab Anak Susah Makan Karena Penyakit Yang Diderita Anak

Anak yang susah untuk makan, sudah dipastikan akan susah bertambah berat dan juga tinggi badannya. Hal itu bisa juga disebabkan karena terdapat suatu penyakit yang ada pada tubuh si buah hati. Sehingga mengakibatkan anak tidak mau untuk makan atau biasa disebut anoreksia.

Beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan anak susah makan salah satunya adalah karena terjadi infeksi. Seperti terjadinya infeksi paru-paru (TBC), infeksi parasit, infeksi saluran kemih, dan lainnya. Bila penyakitnya tidak segera untuk disembuhkan, maka tubuh anak akan tetap kurus

Sebab pada asupan makannya menjadi kurang karena anak tidak menjadi nafsu makan. Dengan adanya hal seperti itu, berat badan anak pun menjadi tidak naik-naik. Akibatnya anak akan susah untuk menjadi gemuk.

3. Penyebab Anak Susah Makan Karena Kekurangan Protein Albumin

Albumin adalah plasma protein pada tubuh yangg jumlahnya kurang lebih separuh dari total jumlah protein pada tubuh. Karena albumin menjadi plasma protein, sehingga membuat peranan dari albumin sangat vital, yang dimulai dari pembentukan suatu jaringan sel baru, penyusun struktur sel, enzim, antibodi, hingga hormon.

Albumin disintesis oleh organ sel hati yang kemudian dikeluarkan langsung kepada pembuluh darah tanpa disimpan. Tanpa adanya albumin maka sel-sel yang ada di dalam tubuh akan menjadi sulit untuk melakukan regenerasi. Sehingga akan menjadi cepat untuk mati dan juga tidak berkembang.

Selain itu juga akan menyebabkan terjadinya tekanan osmotik atau darah turun. Sehingga dalam proses pengangkutan asam lemak, hormon, obat dan enzim akan menjadi terganggu. Albumin sangat berperan penting dalam terjadinya proses tumbuh kembang pada diri seorang anak.

Apabila kadar dari albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi oleh anak akan menjadi pecah. Suatu protein yang seharusnya dikirim sebagai pertumbuhan sel pada anak, akan menjadi tidak maksimal. Pada tubuh anak yang kekurangan albumin, seperti pada penderita tuberkulosis (TBC atau TB), daya kerja obat yang diminum berubah menjadi kurang maksimal.

Selain itu bagi anak yang sedang berada pada fase periode pertumbuhan emas (golden age), yaitu pada usia 1-5 tahun. Terjadinya kekurangan albumin akan membuatnya sangat mengganggu pada pertumbuhan badan dan otaknya. Semakin sedikit kadar albumin, dalam pertumbuhan sel pada tubuh dan otak, maka pertumbuhan sel akan semakin lambat.

Pertumbuhan sel yang lambat ini akan menyebabkan si anak lambat dalam perkembangan di tubuhnya, sehingga menjadi kurang cerdas. Namun yang sangat menarik, apabila dalam berkonsumsi berlebihan albumin tidak akan menyebabkan suatu kelebihan albumin (hiper albumin).

Kunjungi: Jual Kurma Ajwa

Solusi Untuk Balita/Anak yang Susah Makan Agar Makan Banyak, Gemuk Dan Sehat

vitamin nafsu makan anak

1. Cari Tahu Penyebab Anak Susah Makan

Penting sekali untuk dipahami oleh Bunda, bahwa untuk membuat anak yang kurus menjadi gemuk itu tergantung pada penyebabnya. Apabila lantaran karena suatu penyakit. Ya, haruslah disembuhkan terlebih dahulu penyakitnya itu.

Pada umumnya setelah anak itu sembuh dari penyakitnya, biasanya nafsu makan anak berubah menjadi membaik. Sehingga anak tidak sulit untuk makan. Selain itu juga berilah asupan nutrisi yang baik juga supaya berat badan anak anda menjadi bertambah.

2. Berikan Anak Asupan Gizi Seimbang 

Apabila anak kurus dikarenakan bukan lantaran dari penyakit, untuk membuatnya menjadi gemuk maka lakukan analisia diet makannya. Tentu saja dengan menu-menu gizi yang seimbang. Apakah kadar asupan gizi makannya dalam sehari-hari sudah cukup memenuhi dari kebutuhan yang sesuai umur dan juga aktivitasnya.

Jika memang si anak termasuk dalam kategori aktif, maka akan dengan sendirinya asupan jumlah makanannya haruslah lebih banyak secara kuantitas. Apabila berat badan anak tetap saja tidak kunjung naik, berarti kadar asupan gizinya tidak memenuhi kebutuhannya.

3. Atur Jadwal Makan Anak 

Didalam hal jadwal makan anak, juga harus bernar-benar diperhatikan waktunya. Sebagai orangtua anda harus ingat, perut pada anak akan kosong setiap 3 sampai 4 jam. Maka karena itu biasanya dalam  pemberian makannya sekitar 7 kali dalam sehari yangg terdiri dari 3 kali makanan yang padat dan yang selebihnya asupan nutrisi tambahan untuk anak usia 1 tahun ke atas.

Jadi anda sebagai orangtua jangan mentang-mentang mau anaknya menjadi gemuk kemudian dipaksa-paksa makan setiap jamnya. Padahal belum pada waktunya untuk makan. Cara dalam pemberian makan pada anak juga sangat penting, anak tidak boleh untuk dipaksa.

Misalnya saja pada anak yang masuk periode 6 sampai 9 bulan, karena pada periode ini kritis di mana si anak mulai belajar untuk mengkoordinasi otot-otot untuk menelan dan mengunyah. Sehingga jika diperkenalkan pada makanan padat, disaat umur-umur yang sekian terkadang akan dilepehatau dimuntahkan kembali.

Nah, orang tua sering menginterpretasikan bahwa si anak tak mau makan atau tak senang makanannya. Padahal sebetulnya belum terampil. Karena orang tua cemas, buru-buru diberikan makanan yg cair-cair saja. Lama-lama jadi kebiasaan.

4. Cara Mengatasi Anak Susah Makan Dengan Laperma Platinum 

Laperma™ Platinum adalah suplemen nutrisi untuk masa tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak yang terbuat dari Madu Afis Mellifera, temulawak, Sari Ikan Salmon, temu ireng dan berbagai bahan herbal berkualitas lainnya. Laperma Platinum diproses dan dibuat dari bahan madu yang terjamin terjamin keaslian, kemurnian dan juga kualitasnya.

Bahan herbal memang terbukti memberikan khasiat yang sangat baik bagi pertumbuhan pada anak. Selain bebas dari bahan pengawet, Laperma Platinum juga mengandung berbagai zat alami yang akan membantu mencegah akan datangnya penyakit, serta memberikan efek yang menyehatkan dan rasa bugar pada tubuh.

vitamin nafsu makan anak

Manfaat Madu Untuk Kesehatan Anak

Madu Adalah Pemanis alami – Pada saat kita mengkonsumsi gula, maka kandungan sukrosa dan glukosa dari dalam gula akan ikut masuk ke dalam aliran darah di tubuh. Hal tersebut akan menyebabkan kadar gula yang ada di dalam tubuh menjadi naik dengan cepat.

Namun berbeda dengan madu yang merupakan pemanis alami, madu sifatnya memiliki fruktosa yang memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa dicerna. Sehingga dalam menggunakan madu sebagai pengganti dari gula pada makanan si Kecil akan membuatnya mendapatkan energi dalam jangka waktu yang bisa lebih lama.

Mengandung Asam amino dan antibiotik – Madu juga mengandung asam amino esensial yang sangat baik bagi tumbuh kembang pada fisik balita Ibu. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Peter C. Molan pada tahun (1992) dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto di Selandia Baru. Bahwa ia telah enemukan kalau madu mengandung antibiotik yang sangat aktif untuk melawan serangan dari berbagai patogen yang  meyebabkan penyakit.

Mempercepat proses perawatan luka – Berdasarkan Penelitian di US National Library of Medicine National Institutes of Health, madu juga terbukti bisa untuk mempercepat terjadinya penyembuhan luka pada tubuh balita. Penelitian ini sudah dilakukan dengan cara membandingkan luka yang diolesi dengan madu dan luka yang tidak diolesi dengan madu. Luka yang diolesi dengan madu akan lebih cepat sembuh dan juga mengurangi akan risiko terjadinya infeksi.

Membantu penyembuhan batuk  – Selain itu Madu merupakan salah satu bahan alami yang dapat dipercaya untuk membantu proses perawatan batuk pada diri balita. Kandungan yang ada didalam madu akan bisa meredakan peradangan yang terjadi didalam tenggorokan dan juga meminimalkan rasa sakit karena kesulitan untuk menelan pada saat batuk terjadi.

Asupan gizi yang dibutuhkan untuk balita bisa diperoleh dari madu ini, diantara lain akan adanya aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%) dan dekstrin (1,5%). Di dalam Madu juga mengandung beberapa vitamin seperti vitamin B1, vitamin B2, B3, B6 dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung di dalamnya antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfur.

Untuk mendapatkan sebuah asupan gizi untuk balita yang maksimal dari madu, pilihlah madu yang organik. Madu yang organik tidak memiliki kandungan bahan kimia seperti yang terdapat pada jenis non-organik. Sehingga kandungan gizinya akan lebih terjaga dan aman untuk dikonsumsi anak.

Comments (2)

  1. Bunda Mala 25 Februari 2017

Leave a Reply