Biografi Riwayat Hidup Perjalanan Hidup

Kali ini saya menulis biografi riwayat hidup saya yang menceritakan seidikit perjalanan selama hidup saya. Bertujuan agar menjadi pembelajaran maupun pengetahuan untuk diri saya sendiri maupun sahabat pembaca Lenterahidup lainnya. Juga sebagai perkenalan menambah sahabat melalui biografi riwayat hidup ini.

Biografi Riwayat Hidup penulis Lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Biografi Riwayat Hidup Penulis Lenterahidup.net

Perkenalkan saya yang bernama Agusti Muhsy Maghribi. Biasa dipanggil di kalangan keluarga dengan Agus dan di kalangan teman-teman biasa di panggil Agusti, Gustin, Muhsy, ataupun Maghrib. Saya anak laki-laki pertama dari lima bersaudara.

A. Biografi Riwayat Hidup Kelahiranku

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Saya dilahirkan di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Pada tanggal 26 Agustus 1994 yang lalu. Dari pasangan suami istri Mohaji dan Sundarti yang merupakan kedua orang tua saya sendiri. Yang saya sangat cintai dan saya banggakan, yang telah berkorban untuk mendidik saya menjadi seperti saat ini.

Saya diberi nama Agusti Muhsy Maghribi oleh orang tua. Agusti diartikan dengan bulan Agustus karena waktu itu memang lahir di bulan Agustus. Muhsy diartikan dengan Asmaul Husna pada Al-qur’an yang artinya Menghitung. Dan Maghribi diartikan dengan waktu kelahiran saya di waktu maghrib.

Semoga di nama ini terdapat kandungan makna dan doa yang baik untuk saya. Sehingga saya menjadi pribadi yang sholeh, baik, cerdas bermanfaat bagi sesama manusia. Bahu membahu dalam kebaikan dan ilmu pengetahuan untuk bekal di Dunia maupun Akhirat. Sehingga juga mampu membantu dan menjujung mereka di akhirat kelak dari api neraka.

B. Asal Orang Tua

Dilahirkan di Kabupaten Ketapang Bukan karena Orang Tua asli Ketapang. Tapi karena waktu itu memang Bapak yang bekerja sebagai anggota POLRI ditugaskan untuk pengabdian di Polres Ketapang.

Kelahiran baik Ibu maupun Bapak merupakan kelahiran asli Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya di Dukuh Daleman, Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo.

Ibu lahir di Magetan pada tanggal 8 Agustus 1974 yang lalu dari Mbah Harjo Tekad (Almarhum) dan Saminem (Almarhumah). Dan Bapak lahir di Magetan 15 Juni 1967 dari mbah Imam Juremi (Almarhum) dan Anjariah (Almarhumah).

C. Biografi Riwayat Hidup Setelah Kelahiran 1994-2000

Setelah saya dilahirkan saya hidup di Kalimantan yang juga biasa disebut dengan tanah Borneo oleh masyarakat setempat. Saya hidup di sana selama kurang lebih 5,5 tahun. Kehidupan di sana kental akan kehidupan bahari dan maritimnya.

Hidup di Ketapang kami sering berpindah-pindah tempat tinggal. Karena waktu itu kami memang belum punya rumah tinggal tetap untuk ditempati.

Pada saat umur 4 tahun, di tahun 1998 saya di sekolahkan di TK Bhayangkara Ketapang selama 2 tahun sampai tahun 2000. Dan sampai umur 2000 saya dianugrahi 2 adek laki-laki.

Adek pertama saya Dwifajar Muhsy Wibowo lahir pada tanggal  14 Mei 1997. Dan Adik kedua saya Trifaris Muhsy Naufal lahir pada tanggl 10 November 1999. Yang semuanya lahir di ketapang.

D. Biografi Riwayat Hidup di Tahun 2000-2002

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Pada tahun 2000, usaiku sekolah TK. Orang Tua merencanakan kepindahan ke pulau Jawa. Tepatnya di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dan akhirnya kami pindah ke Pulau Jawa melalui transportasi kapal laut.

Untuk ke Pulau Jawa melalui transportasi kapal laut pada saat itu tidaklah mudah. Karena kita harus berdesak-desakan untuk menaiki kapal itu, dengan membawa barang maupun juga membawa anak kecil.

Entah mengapa sistem transportasi yang harusnya nyaman bagi para penumpang. Malah menjadikannya seperti petaka. Waktu itu kuingat anak-anak kecil yang digendong orang tuanya yang berhimpitan, saling menangis ketakutan. Termasuk saya sendiri yang digendong Bapak.

Waktu Bapak tidak langsung balik ke Jawa karena masih ada tugas di Ketapng yang harus diselesaikan, termasuk mengurus surat-surat kepindahannya.

Sesampai di Jawa kami di jemput Mbah keluarga dari Ibu di pelabuhan Tenjung Perak Kota Surabaya. Ibu dan Mbah terlihat senang sekali bisa bertemu kembali setelah sekian lama berpisah. Dan kami tinggal di rumah mbah untuk sementara di Ngariboyo Magetan.

Ajaran barupun sudah dimulai, saatnya saya masuk SD. Akhirnya saya di sekolahkan di sebuah MI Madrasah Ibtidayah Ma’arif Mojopurno. Dengan jarak kurang lebih 1km dari rumah mbah yang merupakan tetangga desa.

Untuk hari pertama kedua sampai kurang lebih 2 minggu saya diantar Ibu dengan berjalan kaki. Dan untuk seterusnya sayapun ke sekolah dengan berjalan kaki sendiri untuk berangkat maupun pulang.

Adapun teman yang menemani perjalananku itupun hanya sampai di perbatasan desa. Beberapa bulan berselang Bapakpun akhirnya datang dari Ketapang. Sayapun sangat senang dengan kedatangan Bapak pada waktu itu.

Dan setelah beberapa hari kedatangan Bapak, kami pindah tempat tinggal lagi dengan menumpang di rumah bibi adik dari Bapak. Dan kami akhirnya tinggal di sana sementara.

E. Biografi Riwayat Hidup di Tahun 2002-2006

Dengan Biografi Riwayat Hidup ini saya akan menjelaskan gimana masa kecil saya dulu.

Di tahun 2002 sayapun akhirnya memasuki kelas 2 SD. Orang tua berencana pindah tempat tinggal di sebuah asrama Polisi di Dukuh Njaranan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Perumahan itu merupakan fasilitas perumahan milik negara, untuk dipergunakan bagi keluarga anggota Polri masih aktif bertugas. Yang masih belum punya rumah.

Akhirnya di tahun 2002 tepatnya saat saya sudah memasuki kelas 2 semester 2 kami tinggal di sana bersama. Dan sayapun berpindah sekolah ke SDN Bogem 2. Sebuah SD yang terletak 1 km dari rumah, tetangga desa.

Dan untuk kegiatan sorenya saya di masukkan di TPQ di Ponpes Badrussalam di Desa Ngadirejo tersebut dekat dengan rumah. Sangat senang sekali saya waktu itu di sana, dapatkan teman baru.

Saya di Masa Kecil

Kegitan di sana jam 6 berangkat sekolah jam 12 pulang, jam 2 ke TPQ sampai jam 5 begitu terus waktu yang ku lalui setiap hari senin- jum’at. Dan di hari lainnya saat libur sekolah maupun TPQ ku habiskan waktu hanya dengan bermain dan berkumpul dengan teman. Kegiatan itu kurang lebih berlanjut sampai 2006 kelas 6.

Kami bermain beberapa permainan.seperti bermain Candak’an, polisi-polisian, betengan, petak umpet, engkleng, nekeran, sepakbola, volly, mandi di sungai, sepedahan, ngambil buah-buahan di kebun orang, dll.

Dan terkadang suka berkelahi dengan teman sendiri maupun orang yang baru ditemui baik di sekolah maupun jalan. Karena waktu itu masih belum fikir panjang. Adanya emosi dan hanya tau cara menyelesaikan masalah dengan berkelahi. Bertujuan jika menang agar orang yang diajak kelahi takut dan masalah selesai.

Di kampung Njaranan waktu itu saya dan teman Agum Gumelar. Seakan di cap oleh beberapa warga kampung bocah nakal hingga sekarang sampai teringat. Dan terkadang bila bertemu pasti ditanya “isek eleng ora cilik’anmu mbiyen nakal” (masih ingat tidak kecilmu dulu nakal).

Kelas 5 SD saya sudah mengenal namanya rokok dan itu berlanjut sampai SMK. Meski tak setiap hari dan jarang tapi itu juga merupakan kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan.

Keheranan Saya

Tapi masa kecil hanyalah masa kecil. Saya yang dahulu banyak omong, jahil, cerewet dan suka emosi tak terkontrol. Berbeda dengan saya sekarang yang pendiam dan jarang bermain keluar begitu pula yang di alami temankku Agum. Mungkin itulah roda kehidupan, pasti berubah akan dengan berputarnya waktu.

Dan tetangga kampung di Njarananpun sampai heran dengan kami. Dan tapi yang paling membuatku heran dengan beberapa teman yang dulu suka saya godain dan nakali sampai nangis. Sekarang kehidupannya berubah drastis, menjadi perokok, tiap hari seakan di warung terus dan bergadang, dan paling buruknya suka minum khamar/alkohol, judi serta pergaulan bebas.

Apalagi teman kecil yang dulu suka kemasjid untuk sholat dan bermain. Kini melupakan dan mengabaikan Sholat maupun puasa Ramadhan seakan tidak butuh lagi dengan Allah SWT. Seakan jauh dari agamanya.

Bukannya saya sok alim atau apa. Ini sebenarnya masalah serius untuk kehidupan kita kedepannya. Karena kita butuhkan generasi-generasi yang berakhlak dan cerdas kelak. Dan pola hidup seperti ini merupakan penyakit yang tidak hanya 1 atau 2 orang yang terjangkit. Pergaulan seperti itu merupakan pergaulan yang tidak sehat.

Hati ini seakan tesayat melihat semua itu. Sempat berfikir juga bagaimana solusi untuk semua permasalahan ini, dan seandainya semua pemuda di kampung ini. Maupun seluruh pemuda di dunia ini semua suka berkumpul ke masjid untuk melakukan sholat. berbicara,bergaul berperilaku dan bekerja  sesuai tentang kebaikan dan tuntunan agama islam.

Betapa indahnya lingkungan ini penuh dengan kedamaian dan ketentraman serta keberkahan. Sayapun saat ini juga masih belajar dan mendalami akan ilmu-ilmu sesuai ajaran agama islam.

Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan tuntunan kebaikannya kepada kita.

G. Biografi Riwayat Hidup di Tahun 2006-2009

Tahun 2006 sayapun lulus dari SD, dan akan memasuki SMP. Di saat itu inginku memasuki sebuah pondok pesantren. Tapi entah kenapa tidak di izinkan untuk melanjutkan SMP ke pesantren. Waktu pendaftaranpun telah tiba, sayapun didaftarkan di SMPN 1 Ngariboyo kurang lebih 1,5 km dari rumah Bibi. Dan saya malah dititipkan di rumah Bibi.

Sedih dan sakit rasanya perasaan saya pada saat itu, karena tk bisa melawan dan hanya menurut sama orang tua. Akhirnya sayapun sekolah di situ. Kehidupan saya saat SMP malah lebih liar. Waktu sepulang sekolah dihabiskan hanya untuk bermain. Tapi terkadang saya suka bermain kerumah mbah yang tak begitu jauh dari rumah Bibi.

Di sana saya bantu nusuki sate, misahin kacang dari kulitnya, misahin cabe dari gagangnya,an. Kadang juga di suruh nyarikan undur-undur oleh Almarhumah mbah uti (panggilan nenek di daerahku). Yang kadang dengan bentu-bantu seperti itu saya biasa dapatkan tambahan uang saku Rp5.000 untuk 2 hari. Dengan uang saku pokok saya Rp1000 per hari dari Bibi.

Penyesalanku

Sangat senang sekali saya dapatkan uang tambahan itu. Menambah jumlah jajan saya. Tapi yang bikin saya menyesal sekarang, uang yang dulu dikumpulkan habis hanya untuk bermain PS 2. Sebuah penyesalan yang mendalam menurut saya. Sudah bayar membuang-buang waktu produktif juga dengan hal sia-sia.

Waktu SMP daya jelajah dan lingkup teman semakin luas. Juga dari berbagai latar belakang yang membawa kebaikan maupun keburukan. Waktu SMP perkataan hewanpun sudah menjadi umum didengar di kalangan kami waktu itu. Baik rokok, alkohol, judi merupakan hal biasa yang sekarang masih merambah dan memprihatinkan.

Hobi rokok waktu SMP pun malah menjadi-jadi juga, bukan karena kemauan tapi karena terbawa lingkungan. “Gak ngrokok gak lanang” tidak merokok bukan laki-laki katanya. Karena labil dan suka berfikir pendek akhirnya ikut-ikutan lagi jadi perokok.

Kepindahan Orang Tua

Waktupun semakin berlalu sayapun memasuki kelas 9. Akhirnya orang tua pindah ke rumah milik sendiri yang berada di Babadan, kurang lebih 1 km dari rumah mbah. Walaupun baru setengah jadi, tapi allhamdulillah bisa buat berteduh dan tinggal bersama. Sayapun akhirnya ikut tinggal bersama orang tua.

UAS pun tiba, segala persiapan untuk melaksanakan UAS saya siapkan, dan pada akhirnya saya lulus.

H. Biografi Riwayat Hidup di Tahun 2009-2012

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Setelah lulus SMK saya meneruskan sekolah di SMK Yosonegoro Magetan, Timur SMAN 2 Magetan. Depan Kantor PDAM Magetan Jl.Tripandita. Dengan mengambil jurusan TKJ Teknik Komputer Jaringan. Sekolah SMK yang rata-rata laki-laki semua hanya ada 1, 2 wanita itupun di jurusan TKJ pada waktu itu.

I. Seusai Tamat Sekolah

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Seusai tamat sekolah saya pergi merantau ke Malang dan di sana tinggal bersama Bibi dari Ibu. Di sana saya bekerja di toko obatnya selama 2,5 tahun. Dan di sana saya ditawari untuk latihan angkat besi.

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Dan akhirnya saya latihan angkat besi di sana selama 2 tahun. Yang akhirnya pada awal 2015 pindah cabang angkat berat. Ada 5 medali dari 2 pertandingan di beberapa kota yang saya lakukan, 4 perunggu dan 1 perak.

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

Seusai jadi atlit sayapun mencoba untuk belajar ngelas di BLKI singosari, dan setelah latihan di BLK. Saya mencoba melamar di bengkel las AJB, baru 1,5 bulan saya bekerja di situ. Dapat kabar kalau Mbah Uti saya meninggal pada tanggal 9 November 2015 dan akhirnya sayapun pulang dan memutuskan untuk tinggak di rumah saja.

Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

1 bulan sudah di rumah, Ibu menyuruh saya bekerja keluar kota. Karena memang tanggungan di rumah masih banyak, dan waktu itu kebetulan ada teman yang mengajak kerja di pelayaran. Akhirnya kamipun berangkat ke PMC Pertamina Maritime Center di Jakarta Utara,untuk melakukan diklat.

Di sana saya hanya mengambil sertifikat dasar BST, yang sebenarnya masih banyak lagi sertifikt-sertifikat dasar yang harus diambil. Seperti SAT, AFF, MEFA, SCRB, SDSD, dll. Selesai diklat sayapun membuat buku pelaut di tanjung priuk. Setelah semua jadi kami mencari lowongan menunggu panggilan selama 1,5 bulan.

Memutuskan Pilihan
Biografi riwayat hidup penulis lenterahidup.net
Lenterahidup.net

2 Bulan sudah saya di sana saya merasa cukup lama akhirnya saya memutuskan untuk menunggu panggilan di rumah. Beberapa hari di rumah teman sayapu menelpon untuk menuju ke Tanjung Perak Surabaya.

Di waktu itu juga saya sedang merehab rumah mbah, karena 3 hari berikutnya akan ada 100 hari Mabah Uti. Bingung saya memilih di rumah atau berangkat.

Akhirnya saya pertimbangkan, jika saya tinggal gk enak dengan tetangga dan keluarga lainnya. Dan bila tidak berangkat tanggungan dirumah / orang tua masih banyak. Apalagi untuk kehidupan saya, istri, dan anak saya sendiri kedepannya nanti.

Tidak mungkin ditanggung saudara dan tidak mungkin ditanggung tetangga. Tapi akhirnya saya memutuskan di rumah saja untuk sementara. Untuk menghindari benturan antar keluarga.

Dan di rumah bekerja di Warnet selama 2 bulan lalu keluar. Mencoba buka usaha Telur Asin lalu tutup karena masih kewalahan. Dan akhirnya berjualan online di Facebook seperti HP, TV, PS.

Beberapa bulan berselang, saya dapatkan informasi ada Pondok Tahfid dan Internet Marketing, di Kawedanan. Bernama SINTESA ternyata itu di kampung masa saya kecil dulu. Sayapun mencoba mendaftar melalui web resmi SINTESA.

Di kelola oleh anak & cucu pendiri Ponpes Badrussalam Mas Ibrahim Vatih. Yang biasa saya panggil Mas Fattah waktu kecil dulu. Suka sepak bola dengan beliau, beliau tergolong masih muda kelahiran 1992.

Sekarang sudah menikah dan di karuniai 2 anak. Dan kehidupan beliau bisa dijadikan panutan untuk menjadi pemuda yang beriman dan cerdas.

Akhirnya pada tanggal 9 Agustus saya resmi ketrima. Mencari ilmu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT di SINTESA hingga sekarang. Semoga dengan belajar di sini mampu mengubah saya menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.

Demikian biografi riwayat hidup yang saya tulis, semoga bermanfaat bagi pembaca biografi riwayat hidup ini. Dan sebagai pembelajaran untuk saya.

Tinggalkan komentar