Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana Serta Populer Yang Baik Dan Benar

Contoh Karya Ilmiah – Mungkin beberapa orang dari antara kita masih bingung atau belum tahu dalam pembuatan makalah/proposal karya ilmiah. Karena baru pertama kalinya kita membuat sebuah karya ilmiah.

Contoh Karya Ilmiah Sederhana Dalam Makalah Penelitian Skripsi Karya Ilmiah
www.academicportal.xyz

Berikut ini beberapa contoh karya ilmiah sederhana dalam sebuah makalah atau proposal penelitian sebuah karya ilmiah yang bisa kita pelajari untuk menjadi sumber referensi dalam pembuatan karya ilmiah.

1. Contoh Karya Ilmiah Sederhana Tentang Sampah

Contoh Karya Ilmiah Sederhana Penelitian Biologi
lobilkti.wordpress.com

Contoh karya ilmiah yang pertama adalah sontoh karya ilmiah sederhana tentang sampah yang bisa kita jadikan sumber referensi, berikut contoh karya ilmiahnya:


KARYA ILMIAH

“PELUANG BISNIS: OLAH SAMPAH JADI BERKAH”

III

disusun oleh : Nama : Itsuga

NIM : 7.77.777

Jurusan : S1 Manajemen Informatika

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER LENTERAHIDUP.NET

 Magetan 2013

1 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


ABSTRAK

Jika kita perhatikan saat ini, banyak bermunculan berbagai jenis usaha. Mulai dari bisnis pakaian, jasa, perlengkapan/peralatan kantor, sekolah, rumah tangga, sampai ke beraneka ragam macam makanan. Hampir sepanjang jalan terutama di pusat-pusat keramaian, seperti kampus, tokotoko swalayan, dan lain-lain, tidak jarang kita jumpai hal-hal semacam itu.

Persaingan bisnispun kian meningkat. Sehingga untuk tetap survive (bertahan), para pengusaha harus mampu mengembangkan skill (ketrampilan) guna menciptakan inovasi kreatif dalam bisnisnya. Salah satu wujud kreatifitas bisnis, yakni adanya perbedaan ide yang diciptakan dari berbagai jenis inovasi yang sudah ada sebelumnya.

Nah, untuk pembahasan kali ini saya akan mencoba memperkenalkan yang tidak biasa tetapi sangat bermanfaat bagi kita semua. Bisnis itu adalah bisnis mengolah sampah menjadi sesuatu yang mengubah derajatnya menjadi penyambung hidup manusia bukan lagi penambah masalah.

2 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


ISI

Sedikit menambahkan apa yang telah dijelaskan pada bagian Abstrak tadi, bahwa bisnis limbah sampah mungkin tidak begitu lazim terdengar aktivitasnya dalam dunia perdagangan. Namun, eksistensinya saat ini sepatutnya perlu diperhitungkan sebab bisa menjadi bisnis alternatif di tengah bisnis lain yang marak berkembang.

Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa bisnis ini dapat menjadi indikasi adanya pola kreatif yang luar biasa karena tidak biasa dari yang sudah biasa. Apa maksudnya? Ya, kita sama-sama tahu bahwa sampah merupakan bagian dari limbah yang dianggap tidak bernilai karena sifatnya yang tak lagi mengandung unsur kebersihan dan statusnya yang terbuang.

Sedangkan bisnis sendiri adalah aktivitas manusia yang melakukan transaksi jual beli barang maupun jasa untuk memperoleh keuntungan. Transaksi ini terjadi disebabkan kebutuhan manusia akan produk (jasa/barang) tersebut yang dapat menjamin keberlangsungan hidupnya.

Baik itu yang berkenaan dengan kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Contohnya bisnis berupa jasa (salon, kendaraan umum/supir, cuci motor/mobil, pengetikan, dan lain-lain), maupun barang (makanan, jual-beli kendaraan, alat-alat/perlengkapan sehari-hari, dan lain-lain).

Lalu, bagaimana dengan sampah? Apakah bagian dari itu (produk bisnis)? atau justru sebaliknya merupakan bagian yang terbuang dari yang tersisa? Hal ini sesungguhnya cukup jelas menggambarkan bagaimana posisi sampah itu sendiri. Saya yakin kita pasti memiliki asumsi masing-masing dalam mendefinisikannya.

Nah, berdasarkan kalimat “adanya pola kreatif yang luar biasa karena tidak biasa dari yang sudah biasa”, berarti „sudah biasa’= bisnis produk barang dan jasa, ‘tidak biasa’= bisnis limbah sampah, dan ‘luar biasa’= limbah sampah menjadi bisnis.

Luar biasa, dari yang sesuatu yang dibuang sanggup menjadi sesuatu yang sangat berguna. Seseorang yang berinovasi didalamnya berarti adalah seseorang yang sangat kreatif. Menarik mengutip suatu deskripsi dari sebuah website (http://www.masalahsampah.info/) berikut ini, “Sampah adalah material sisa dari aktivitas manusia yang tidak memiliki keterpakaian, karenanya harus dikelola.

Ketika sampah tanpa pengelolaan secara baik dan benar, kerugian akan dirasakan karena timbulnya banjir, meningkatnya pemanasan iklim, menurunnya kandungan organik kebun dan pertanian, sanitasi lingkungan makin buruk dan ancaman meningkatnya berbagai penyakit.

Dengan dikelola, sampah akan menjadi berkah, dan sebaliknya, tanpa itu, sampah akan menimbulkan banyak masalah”. Nah, ternyata apabila kita kaji lebih dalam, limbah memiliki beragam peluang bisnis. Tentunya jika limbah tersebut dapat dikelola dengan sistem yang baik.

Limbah sampah terdiri dari dua, yaitu :

1. Organik = Kayu, dedaunan, kulit telur, serta tulang hewan yang dapat dikelola menjadi kerajinan unik, pupuk kompos, dan sebagainya.

2. Anorganik = Plastik, kaca, karet, dan logam yang juga dapat dikelola menjadi kerajinan unik lainnya.

3 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Selain itu, pemanfaatan berbagai kotoran makhluk hidup termasuk manusia sudah bisa dikelola menjadi sumber energi alternatif, baik untuk bahan bakar (BBM), pupuk organik, maupun energi listrik (Bio Elektrik). Saya yakin masih banyak hal dapat digali dari pemanfaatan berbagai limbah yang ada.

Berdasarkan tema karya ilmiah ini, saya hendak menunjukkan salah satu contoh bentuk pemanfaatan limbah yang sederhana dengan peluang bisnis yang menjanjikan. Yaitu kerajinan daur ulang limbah. Berbagai macam produk kerajinan, misalnya tas, dompet, topi, sandal, aksesoris, kap lampu, lampion, boneka horta, vas bunga, dan sebagainya.

Sekedar informasi, bahwa bisnis ini mampu menembus pasar ekspor global atau luar negeri dengan keuntungan yang luarbiasa. Diantaranya ada kerajinan miniatur becak dari limbah logam, produk kerajinan daun kering, dan kerajinan ukiran kulit telur.

Berikut ini pendeskripsian tentang usaha produk kerajinan daun kering :

Proses produksi

a. Pengeringan Daun

Pilihlah daun yang memiliki rangka yang kuat agar keindahan rangka lebih terlihat. Seperti: Daun Nangka, daun Kelapa, daun Lontar, rumput-rumputan, dan lain-lain.

Rendam daun tersebut dengan menggunakan bahan kimia. Pakailah asam sitrat jika ingin menghasilkan warna cokelat dan dapat direbus dengan pewarna jika ingin berwarna-warni. Daun tiriskan dan jemur dibawah sinar matahari. Seteleh kering, daun siap dibentuk sesuai keinginan.

b. Pembuatan Produk Untuk memulai proses pencetakan dapat dibuat pola pada kertas sesuai bentuk yang diinginkan, seperti : kotak kado, kotak tisu, bingkai foto, kotak pensil dan lain-lain.

4 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Setelah pola tergambar, bentuklah produk yang diinginkan dan selanjutnya bisa ditempelkan dengan daun-daun yang sudah kering sedemikian rupa sesuai keinginan. Untuk menjaga keawetan, olesi produk dengan pernis/cairan serta diamkan sejenak hingga kering dan siap dikemas.

Dapat menggunakan plastik kemasan yang bening agar terhindar dari debu dan keindahannyapun terlihat oleh konsumen. Bisnis limbah sampah memiliki keunggulan, yaitu dapat mengurangi masalah sampah yang ada dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dengan modal tidak begitu besar.

Kalau hal ini dapat berkembang secara optimal di seluruh wilayah Indonesia, tentu dampak positifnya akan sangat luar biasa bagi kemajuan ekonomi bangsa. Sayangnya, masih ada beberapa hambatan yang menjadi kelemahannya. Salah satunya pencarian jenis sampah yang berkualitas baik.

Untuk pemasarannya, kita bisa menitipkan produk daur ulang tersebut di berbagai toko swalayan, toko kerajinan, toko souvenir, galeri kerajinan, lewat pameran, internet (membuat website atau jejaring sosial), maupun secara langsung dengan membuka toko/kios di pusat keramaian (mall atau tempat wisata).

5 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Analisa Ekonomi

Asumsi bisnis untuk bahan baku daun mencari dari lingkungan sekitar dan lokasi produksi di rumah. Sehingga biaya sewa tempat dan pembelian bahan baku daun tidak dihitung. Produksi per hari 60 kotak kado dengan harga jual Rp 10.000,00 /buah.

Modal awal

Peralatan

*Gunting 5 buah ………………………………………………..Rp 30.000,-

*Cuter ………………………………………………………………Rp 10.000,-

*Penggaris dan alat tulis ………………………………………Rp 25.000,-

*Baskom 2 buah × @ Rp 20.000,- …………………………Rp 40.000,-

______________________________________________

Total …………………………………………………………………Rp 105.000,-

Peralatan mengalami penyusutan setelah pemakaian 1 tahun (12 bulan) dengan biaya sebagai berikut :

*1/12× Rp 105.000,00 = Rp 8.750,00

Biaya operasional per bulan

Biaya produksi per hari

Bahan baku :

*Lem …………………………………………………………………Rp 25.000,-

*Kertas karton @ Rp 5.000,- × 20 ………………………….Rp 100.000,-

*Cairan pernis ……………………………………………………..Rp 50.000,-

*Kemasan plastik …………………………………………………Rp 30.000,-

Jumlah ……………………………………………………………….Rp 255.000,-

*Transportasi ………………………………………………………Rp 25.000,-

________________________________________________

Total biaya produksi per hari ………………………………….Rp 280.000,-

Jadi biaya per bulan * Rp 280.000,- × 30 hari …………. Rp 8.400.000,-

Gaji karyawan 1 orang …………………………………………..Rp 700.000,-

Biaya promosi per bulan ………………………………………..Rp 200.000,-

_________________________________________________

Total biaya per bulan …………………………………………….Rp 9.300.000,-

Omset per bulan

Omset per hari : @ Rp 10.000,- × 60 kotak ………………Rp 600.000,-

Omset per bulan Rp 600.000 × 30 hari …………………..Rp18.000.000,-

Laba bersih per bulan

Rp 18.000.000 –  Rp 9.300.000 = Rp 8.700.000,-

Agar bisnis ini dapat sukses, sebaiknya memilih bahan baku dari limbah yang ada di sekitar kita. Sehingga mengurangi resiko sulitnya memperoleh bahan baku. Meningkatkan kreativitas dan bersikap inovatif dalam menciptakan suatu produk, supaya konsumen tidak merasa bosan dan mencegah peniruan oleh pesaing, serta tanamkan image/branding kepada konsumen agar produk mudah dikenal dibanding yang produk perusahaan lain dalam bidang yang sama.

Satu hal lagi sebagai tambahan, dalam melakukan usaha apapun utamakanlah pelayanan yang prima. Setelah membaca beberapa buku motivasi yang ditulis oleh pak Suyanto, banyak pelajaran yang dapat diperoleh.

Apakah itu? Mulai dari seorang penjual koran yang memiliki cara berbeda dalam mengantarkan koran-korannya ke rumah-rumah pelanggan. Beliau tidak melempar koran tersebut sebagaimana penjual koran lainnya. Melainkan, dengan begitu tulus beliau bersedia menyediakan waktunya untuk mengantarkan koran tadi sampai ke meja di latar rumah pelanggannya.

Ada juga sebuah toko besi milik seoarang Tionghoa yang terletak di jalan Tentara Pelajar Yogyakarta, yang melayani pelanggannya dengan memberi informasi lengkap mengenai produk yang diinginkan padahal toko tersebut tidak menjualnya.

Perusahaan kecil di kota kecil Glasthule, pinggiran kota Dublin, Irlandia, bernama Caviston merupakan toko yang mampu bersaing selama kurang lebih 50 tahun dengan keramahan, sikap responsif, dan pendekatan yang bersifat pribadi dalam melayani pelanggan.

Bagitupula yang dilakukan oleh Toko Belbin, bagaimana toko tersebut memiliki spesialisasi penghantaran produk belanjaan sampai ke rumah pelanggannya. Bahkan tidak jarang mereka bersedia mengatur dan mentata barang-barang yang ada dalam kulkas pelanggan yang mugkin lelah sepulang kerja dan pelanngan pun puas karena merasa terbantu.

Beberapa contoh di atas adalah sebagian kecil dari sekian banyak jenis usaha yang mampu mengoptimalkan kualitas pelayanan mereka kepada pelanggan. Tertarik? Silahkan buktikan! (Suyanto, M. 2007 & 2009).

Rasulullah SAW. bersabda : “Allah mengasihi orang yang mudah dalam penjualan, pembelian, pelunasan, dan penagihan. Barang siapa memberi penangguhan kepada orang yang dalam kesusahan (untuk membayar hutang) atau membebaskannya, maka Allah akan menghisabnya dengan penghisaban yang ringan.

Barang siapa menerima kembali pembelian dari orang-orang yang menyesali pembeliannya, niscaya Allah membatalkan (menghapus) kesalahannya padahari kiamat.”

6 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


REFERENSI

Suyanto, M., 2007. Smart In Entrepreneurship: “Revolusi Strategis, Mengubah Proses Bisnis untuk Meledakkan Perusahaan”, Andi, STMIK Amikom Yogyakarta. Suyanto, M., 2009. Smart In Entrepreneurship: “Small is Powerful, Belajar dari Strategi Perusahaan Kecil”, Andi, STMIK Amikom Yogyakarta.

7 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


2. Contoh Karya Ilmiah Sederhana Bahasa Indonesia

http://lenterahidup.net/ Dalam Makalah Penelitian Skripsi Karya Ilmiah
exerciseright.com.au

Contoh karya ilmiah yang kedua adalah sontoh karya ilmiah sederhana tentang bahasa indonesia yang bisa kita jadikan sumber referensi, berikut contoh karya ilmiahnya:


Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah

A. Pendahuluan

Menulis sebuah karya ilmiah tidak hanya memerlukan teknik tetapi juga keberanian dalam mengungkapkan gagasan yang kita miliki. Keberanian tersebut akan muncul jika dalam diri seorang penulis terdapat motivasi yang sangat kuat.

Motivasi tersebut dapat berbeda antara satu individu dengan yang lain. Akan tetapi, motivasi yang sangat berpengaruh biasanya didasari oleh adanya kemampuan atau penguasaan teknik penulisan yang dimiliki oleh seorang penulis.

Penguasaan teknik penulisan meliputi penguasaan teknik mengorganisasi gagasan menjadi satu tulisan yang mudah dipahami, meyakinkan, dan sekaligus menarik serta penguasaan pengolahan bahasa yang memadai untuk mengantar gagasan tersebut agar sampai pada pembaca dengan baik pula.

Teknik-teknik seperti itu tentunya berkaitan dengan alur pikir yang dipakai serta ekspresi kebahasaan yang dipilih oleh seorang penulis. Alur pikir seorang penulis akan tampak jelas dalam bahasa yang dipakainya.

Oleh karena itu, bahasa merupakan salah satu faktor yang perlu dipersiapkan dalam rangka membekali penulis agar percaya diri dalam mengungkapkan ide-idenya lewat tulisan. Dalan penulisan karya ilmiah, memang ada ketentuan atau aturan khusus yang harus diikuti oleh seorang penulis dalam menggunakan bahasanya.

Bahasa dalam karya ilmiah mempunyai ciri khas yang berbeda dengan bahasa dalam karya-karya fiksi atau tulisan di media massa. Bahasa dalam karya ilmiah adalah ragam bahasa tulis yang termasuk dalam ragam bahasa baku yaitu ragam yang mempunyai kaidah-kaidah paling lengkap dibanding ragam lainnya, ragam yamg mempunyai gengsi dan wibawa yang tinggi dan yang menjadi tolok bandingan bagi pemakaian bahasa yang benar (Alwi, dkk, 2003:13).

Secara khusus bahasa baku yang dipakai dalam karya tulis ilmiah ini disebut dengan bahasa Indonesia ragam ilmiah atau ragam ilmu pengetahuan.

1 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


B. Ciri-Ciri Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yaitu menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajiannya dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang meliputi: bersifat objektif, logis, empiris, sistematik, lugas, jelas, dan konsisten ( Jajah Koswara dalam Prayitno, dkk, 2000: 12).

Sesuai dengan ciri-ciri tersebut, tulisan yang termasuk dalam jenis karya ilmiah di antaranya ialah: makalah (paper), artikel ilmiah, laporan akhir, dan laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, dan disertasi). Dari pengertian tersebut jelas sekali bahwa sebuah tulisan ilmiah harus memenuhi kriteria keilmiahan tertentu serta kriteria kebahasaan yang tertentu pula.

Sifat objektif, logis, sitematik, lugas, dan jelas dalam sebuah karya tulis ilmiah dapat dicapai hanya dengan bahasa yang tepat. Isi atau gagasan yang sangat bagus jika disampaikan dengan bahasa yang kurang tepat atau kurang bagus akan berakibat pada kurangnya pemahaman pembaca terhadap ide atau gagasan yang disampaikan oleh penulis.

Oleh karena itu, faktor bahasa dalam karya ilmiah menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk dipersiapkan. Untuk mencapai kualitas tulisan ilmiah yang baik khususnya dilihat dari segi bahasanya, perlu kiranya dipahami bahwa bahasa Indonesia dalam karya ilmiah mempunyai beberapa ciri khas atau aturan yang berbeda dari karya tulis nonilmiah.

Terdapat beberapa ciri khas yang harus dipenuhi dalam hal penggunaan bahasa Indonesia dalam penulisan karya ilmiah. Menurut Suwito (1982) bahasa tulis ragam ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri yaitu:

   1) pilihan kata dan peristilahannya tepat,

   2) kalimatnya efektif dan penataannya dalam paragraf baik,

   3) penalaran dan sistematikanya bagus,

   4) pemaparan dan gaya bahasanya menarik (Markhamah dalam Prayitno, dkk, 2000:128).

2 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


1. Pilihan Kata dan Istilah yang Tepat

Untuk menyampaikan gagasan secara jelas kepada pembaca, pemilihan kata atau istilah yang tepat sangat penting dalam menulis. Karena konteksnya adalah penulisan karya ilmiah, pemilihan kata atau diksi serta pemilihan istilah harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa baku.

Selain itu pemilihan kata atau istilah juga menyangkut pemilihan berdasarkan ketepatannya dalam mengantarkan gagasan yang dimaksud oleh penulis. Berkaitan dengan pemilihan kata atau istilah yang tepat ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis karya ilmiah yaitu:

   a. Menggunakan Kata-kata dan Istilah yang Baku Dalam menulis karya ilmiah, kata-kata yang dipakai adalah kata-kata yang baku yaitu kata-kata yang sesuai dengan kaidah kebahasaan yang sudah ditetapkan.

Sebagai pedoman yang dipakai untuk menentukan mana kata yang baku dan mana kata yang tidak baku adalah menggunakan Pedoman Ejaan yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah serta bukubuku pedoman lain yang menunjang yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa. Dalam memilih kata baku dan kata tidak baku, tidak boleh berdasar pada kata-kata yang sering dijumpai karena belum tentu kata-kata tersebut merupakan kata yang benar menurut kaidah.

Berikut ini sedikit contoh katakata yang sering dikacaukan penggunaanya:

contoh karya ilmiah sederhana
http://lenterahidup.net/

   b. Penggunaan kata dan Istilah yang Tepat, Cermat dan Hemat Selain harus baku, pemilihan kata juga harus lazim, hemat, dan cermat (Arifin, 1998:82). Kata yang lazim adalah kata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Adapun kata yang hemat adalah kata-kata yang tidak disertai penjelasan yang panjang karena mempunyai bentuk gabungan kata yang lebih hemat.

Kecermatan pemilihan kata berkaitan dengan ketepatan antara ide dengan bentuk yang dipilih oleh penulis. Kata-kata yang terlalu spesifik akan susah dipahami oleh pembaca di kalangan yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika terdapat kata-kata asing atau kata-kata dalam bahasa daerah tertentu sebaiknya harus dicantumkan padanannya dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh dalam bahasa Indonesia “kimia” dapat diartikan sebagai “ilmu urai”, tetapi penggunaan kata “ilmu urai” sangat tidak lazim dan yang lazim adalah penggunaan kata “kimia”.

Syarat lain dalam hal pemilihan kata yaitu kata yang dipilih adalah katakata yang mengandung prinsip kehematan. Jika ada ungkapan yang lebih pendek maka tidak perlu menggunakan ungkapan yang panjang. Contoh berikut adalah beberapa ungkapan yang dapat disampaikan dalam bentuk yang lebih padat dan berisi.

contoh karya ilmiah sederhana
http://lenterahidup.net/

Persyaratan penting yang lain yang harus dipenuhi dalam pemilihan kata adalah memilih kata secara cermat. Kecermatan tersebut tentunya berkaitan dengan kebakuannya, kehematannya, serta ketepatan maknanya. Dalam hal kecermatan pemilihan kata ini biasanya berhubungan dengan pemilihan katakata yang bersinonim.

Kata-kata yang bersinonim ini, meskipun maknanya hampir sama tetapi mempunyai nuansa makna yang berbeda. Contoh kata-kata seperti menguraikan, menganalisis, membagi-bagi, memilah-milah, menggolongkan, dan mengelompokkan mempunyai makna yang mirip tetapi pemakaiannya berbeda dalam kalimat (Arifin, 1998:84).

Contoh lain misalnya penggunaan kata “mengacuhkan” yang sebenarnya berarti “memperhatikan” kadang justru diartikan kebalikannya yaitu “tidak memperhatikan”. Kesalahan pengertian seperti itu, tentunya akan mempengaruhi ketepatan pemakaian kata tersebut dalam kalimat.

Adapun berkaitan dengan penggunaan istilah, menurut kaidah pembentukan istilah, sumber yang dipakai sebagai pembentuk istilah dapat berupa kosakata bahasa Indonesia, kosakata bahasa serumpun, dan kosakata bahasa asing.

Pembentukan kosakata dari ketiga sumber tersebut harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan (Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa Depdiknas, 2004). Hal ini agar standardisasi dalam hal istilah tetap terjaga serta perkembangan bahasa dapat terkendali secara sehat.

Kosakata bahasa Indonesia yang dapat dijadikan istilah harus memenuhi syarat seperti:

   1) Kata yang dengan tepat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau sifat yang dimaksudkan;

  2) Kata yang lebih singkat daripada yang lain yang berujukan sama seperti ”gulma” dibandingkan dengan “tanaman pengganggu” atau “suaka politik” dibandingkan dengan “perlindungan politik”;

 3) Kata yang tidak bernilai rasa (konotasi) buruk dan yang sedap didengar (eufonik), seprti “tunakarya” dibandingkan dengan “penganggur”.

Demikian juga jika sumber istilah berasal dari bahasa serumpun, pembentukan istilah harus memenuhi persyaratan tersebut contoh kata-kata seperti: gambut (Banjar), nyeri (Sunda).

Jika sumber istilah dari bahasa asing, pembentukan istilah dapat dilakukan dengan cara:

   1) menerjemahkan contoh: samenwerking yang berarti “kerjasama” atau network yang artinya “jaringan”,

  2) menyerap yaitu jika memenuhi syarat-syarat berikut: istilah serapan lebih cocok karena konotasinya, lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya, atau dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya, dan menyerap sekaligus menerjemahkan kata asing.

Berikut ini adalah contoh istilah serapan yang diambil dengan atau tanpa pengubahan yang berupa penyesuaian ejaan dan lafal.

contoh karya ilmiah sederhana
http://lenterahidup.net/

Istilah asing yang dibentuk dengan cara menyerap dan menerjemahkan sekaligus contohnya: bound morpheme „morfem terikat‟, subdivision „subbagian‟, allegro moderato „kecepatan sedang‟.

3 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


2. Kalimat Efektif

Karya tulis ilmiah yang baik tentunya selain menggunakan diksi dan istilah yang tepat juga harus menggunakan kalimat yang efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca (Arifin, 1998:84).

Secara lebih rinci, Widjono (2005: 148) mengemukakan beberapa ciri kalimat efektif adalah sebagai berikut:

   a. keutuhan, kesatuan, kelogisan, atau kesepadanan makna dan struktur,

   b. kesejajaran bentuk kata, dan (atau) struktur kalimat secara gramatikal,

   c. kefokusan pikiran sehingga mudah dipahami,

   d. kehematan pengunaan unsur kalimat,

   e. kecermatan dan kesantunan, dan

   f. kevariasian kata, dan struktur sehingga menghasilkan kesegaran bahasa.

   a. Keutuhan Keutuhan atau kesatuan kalimat ditandai oleh adanya kesepadanan struktur dan makna kalimat. Kesepadanan yang dimaksud adalah adanya keseimbangan pikiran atau gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.

4 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Ciri kesepadanan ini di antaranya sebuah kalimat harus mengandung gagasan pokok, terdiri S (subjek)dan P (predikat), penggunaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat secara tepat.

Contoh: Jika Anda tidak membayar pajak, akan dikenakan denda. Kalimat tersebut tidak sepadan karena Subjeknya tidak ada. Seharusnya kalimat yang baku adalah “Jika tidak membayar pajak, Anda akan didenda”.

    b. Kesejajaran Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan secara konsisten atau penggunaan bentuk-bentuk yang sama untuk menyatakan gagasan yang sederajat. Contoh: Penelitian ini memerlukan tenaga yang terampil, biaya yang banyak serta cukup waktu (tidak sejajar).

Penelitian ini memerlukan tenaga yang terampil, biaya yang banyak, serta waktu yang cukup (sejajar).

    c. Kefokusan Kalimat efektif harus memfokuskan pesan terpenting agar mudah dipahami maksudnya. Contoh: Sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitas produk hortikultura ini (tidak efektif). Produk hortikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya (efektif).

   d. Kehematan Prinsip kehematan ini seperti yang sudah disinggung di atas tentang kehematan menggunakan kata dalam mengungkapkan gagasan. Contoh:

        1) Kita harus saling hormat-menghormati (seharusnya tidak menggunakan „saling‟ karena sudah berarti „saling menghormati)

        2) Makalah ini akan membicarakan tentang faktor motivasi siswa dalam belajar. (seharusnya tidak menggunakan “tentang‟ karena „membicarakan‟ sudah berarti “berbicara tentang‟).

   e. Kecermatan dan Kesantunan Kecermatan dam kesantunan meliputi ketepatan memilih kata sehingga menghasilkan komunikasi baik, tepat, tanpa gangguan emosional pembaca atau pendengar.

Kecermatan dalam hal ini sama dengan kecermatan memilih kata. Kalimat yang baik adalah kalimat yang singkat, jelas, lugas, dan tidak berbelit-belit. Dalam kaitannya dengan kesantunan ini, sebuah karya tulis ilmiah di Indonesia pada umumnya mengikuti kaidah bahwa penulis harus menghindari subjektivitas, contohnya penggunaan ungkapan “ menurut pendapat saya…. adalah ungkapan yang kurang tepat, seharusn ya data menunjukkan bahwa atau penelitian membuktikan bahwa…

    f. Kevariasian Untuk membentuk kevariasian kalimat dapat ditempuh dengan cara membuat variasi struktur, diksi, dan gaya, atau bahkan jenis kalimat asalkan jangan sampai mengubah isinya atau gagasan asli yang akan disampaikan kepada pembaca.

   g. Ketepatan Diksi dan Ejaan Ketepatan diksi adalah ketepatan memilih kata yang tepat, seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Adapun tentang penggunaan ejaan yang tepat adalah penggunaan ejaan yang sesuai dengan Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang meliputi kaidah penulisan huruf, kata, unsur serapan, dan penulisan tanda baca dalam kalimat.

Contoh penulisan dengan prinsip EYD:

      1) Untuk menjadi atlet profesional, ia harus memiliki konduite baik dan track record yang kuar biasa.

      2) Meskipun usahanya belum berhasil, ia tidak pernah mengeluh.

      3) Buku itu mahal tetapi dibelinya juga.

      4) Buku ini berharga Rp50.000,00.

      5) Ujian akan dilaksanakan dari tanggal 5 s.d. 10 Agustus 2006.

      6) Tuhan memang Maha Esa, Mahakuasa, dan Maha Pengasih. Oleh karena itu, kita harus selalu berdoa kepada-Nya.

Agar lebih memahami kaidah-kaidah dalam EYD ini hendaknya seorang penulis selalu mempelajari sekaligus mempraktikkan prinsip-prinsip EYD tersebut ketika menulis.

5 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


3. Paragraf yang Baik

Jika kalimat-kalimat yang mengantar ide atau gagasan tersebut sudah baik, hal berikutnya yang perlu dicermati adalah apakah paragraf yang disajikan sudah merupakan paragraf yang baik atau belum.

Menurut Wibowo (2005:112) syarat paragraf yang baik yaitu meliputi: kesatuan, kepaduan dan kelengkapan. Paragraf yang baik harus menggunakan prinsip kesatuan yaitu dalam sebuah paragraf hanya terdiri dari satu gagasan pokok.

Semua kalimat yang membentuk kesatuan dalam paragraf tersebut hanya merujuk pada satu gagasan pokok tersebut. Oleh karena itu, pastikan bahwa semua kalimat yang masih dalam satu paragraf tersebut benar-benar selaras antara satu dengan yang lain dalam mengantarkan gagsan tersebut.

Prinsip yang lain adalah kepaduan yaitu kekompakan hubungan atau kohesi dan koherensi antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam sebuah paragraf. Untuk menciptakan hubungan yang serasi dan selaras ini tentunya diperlukan alat bantu yaitu dengan konjungsi (kata penghubung), paralelisme, kata ganti, atau repetisi pada kata kunci atau menggunakan rincian peristiwa.

Adapun yang dimaksud dengan kelengkapan dalam paragraf adalah terpenuhinya kebutuhan akan kalimat penjelas yang mengantar kalimat utama. Jika kalimat-kalimat yang menopang kalimat utama dikembangkan secara jelas dan lengkap sehingga tidak menyisakan pertanyaan yang terkait dengan kalimat utama maka dapat dikatakan bahwa paragraf tersebut merupakan paragraf yang lengkap.

6 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


C. Penutup

Kemampuan menulis karya ilmiah di samping memerlukan bekal keilmuan yang cukup juga memerlukan bekal kemampuan kebahasaan yang memadai. Mengingat adanya prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah tersendiri tentang ragam bahasa ilmiah maka hendaknya prinsip-prinsip tersebut betul-betul dipahami dan dipraktikkan.

Hal ini karena faktor kebahasaan ini mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengantarkan gagasan kepada pembaca secara baik. Secara sederhana prinsip yang berkaitan dengan kebahasaan dalam penulisan karya ilmiah adalah prinsip pemilihan kata, istilah, pembentukan kalimat serta paragraf yang baik.

Sekilas memang prinsip-prinsip tersebut tampak tidak rumit. Akan tetapi, ketika sudah sampai pada praktiknya tentunya kepekaan bahasa (sense of language) dan kecermatan, serta keterampilan seorang penulis dalam mengolah bahasa sangat diperlukan.

7 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Referensi

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Arifin, E. Zainal. 1998. Dasar-Dasar penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.

Prayitno, Harun Joko, dkk (Ed). 2000. Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah.

Surakarta: Muhammadiyah University Press. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdiknas RI. 2004. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan & Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: CV. Yrama Widya.

Wibowo, Wahyu. 2005.Enam Langkah Jitu Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

8 Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Demikian beberapa contoh karya ilmiah sederhana tentang sampah dan bahasa indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai sumber referensi dalam pembuatan sebuah makalah karya ilmiah. Semoga contoh karya ilmiah ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua, jangan lupa like dan share contoh karya ilmiah. Baca juga pengertian, tujuan, fungsi contoh rumusan masalah penelitian karya ilmiah di sini.

Tinggalkan komentar