Cerita Sejarah Kisah Nabi Nuh AS Lengkap Dengan Bahtera Kapal Nabi Nuh

Cerita Kisah Nabi Nuh AS – Berikut ringkasan biografi tentang cerita teladan sejarah kisah Nabi Nuh AS lengkap dari lahir sampai wafat dengan bahtera kapal Nabi Nuh dan Mukjizat Nabi Nuh AS. Nabi Nuh membuat bahtera kapaal yang besar karena saat itu Allah SWT menurunkan Banjir besar kepada kaum Nabi Nuh yang ingkar kepada Allah SWT.

Dalam kisah Nabi Nuh, ia mempunyai anak bernama Kan’an yang membangkang dengan menyembah berhala. Dan juga diberikannya banjir besar kepada umatnya yang menyembah berhala serta kelahiran Yajuj dan Ma’juj.

lenterahidup.net
lenterahidup.net

Nabi Nuh AS lahir setelah bertahun-tahun kematian Nabi Adam AS dan kepergian Nabi Idris AS. Muncul disaat makhluk hidup dimuka bumi tampak terlihat tidak bergairah dan mengalami banyak perubahan. Karena saat itu tiadanya kekhalifahan yang beriman, baik dan shaleh.

A. Cerita Sejarah Kelahiran Kisah Nabi Nuh AS

Nabi nuh diutus oleh Allah SWT untuk memberikan pengertian terhadap kaum penyembah berhala, tentang keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Karena waktu itu telah lama sekali tidak ada orang sholeh di muka bumi.

I. Cerita Sejarah Sebelum Kelahiran Kisah Nabi Nuh AS

lenterahidup.net
lenterahidup.net

Sebelum Nabi Nuh AS terlahir di bumi, sebenarnya ada lima orang shaleh dari kakek-kakek kaum sebelum Nabi Nuh AS. Beberapa dari mereka yaitu Nasr, Suwa”, Wadd, Yaghuts, dan Ya’uq.

Kemudian setelah mereka semua telah wafat, kaum setelah mereka banyak yang membuat patung mereka dan menyembahnya. Kaum itu membuat patung mereka untuk bentuk penghormatan dan peringatan mereka. Selama perjalanan waktu para pemahat patung itu mati dan meninggalkan anak cucu.

Setelah generasi anak cucu para pemahat itu berganti, muncul berbagai macam dongeng serta khufarat. Karena disebutkan patung-patung itu memiliki kekuasaan yang khusus.  Sehingga dongeng itu membelenggu dan menyesatkan akal manusia.

Akhirnya Iblis memanfaatkan celah dan kesempatan itu untuk membisikkan kepada manusia. Lalu Iblis membisikkan kepada manusia bahwa berhala itu merupakan tuhan yang mampu datangkan manfaat dan menolak bahaya.

1. Cerita Sejarah Penyembahan Berhala Kaum Sebelum Nabi Nuh AS
lenterahidup.net
lenterahidup.net

Karena cerita dongeng yang tak pasti dan ditambah bisikkan dari Iblis. Membuat para kaum manusia di saat itu menyembah patung-patung berhala. Saat itu para manusia tidak tahu sumber yang dapat terpercaya hukum untuk penyembahan berhala. Mereka hanya mengetahui hukum umum yang tidak berubah saat manusia cenderung masuk pada kesyirikan.

Pada situasi saat itu, kejahatan memenuhi muka bumi sedangkan akal manusia akan kalah. Sehingga banyak kezaliman dan membuat banyak orang teraniaya, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.

Kehidupan manusia sekan menjadi Neraka Jahim, dan situasi seperti itu pasti terjadi saat manusia mulai menyembah selain Allah SWT. Sembahan mereka baik berupa batu maupun patung berhala, penyembah raja manusia atau penguasa, kuburan wali, dan lain sebagainya.

Penyembahan tuhan selain Allah SWT dapat menghilangkan kebebasan manusia. Karena undang-undang yang dibuat seseorang yang mengklaim memiliki wewenang ketuhanan dengan sistem dari berbagai sistem yang tidak masuk akal. Sehingga membuat pengaruh serta merambat dan mengotori akal fikiran manusia.

2. Sejarah Tujuan Allah SWT Ciptakan Manusia Menjadi Khalifah Di Bumi
lenterahidup.net
lenterahidup.net

Allah SWT ciptakan manusia untuk dapat mengenal-Nya, serta menjadikan akal untuk memperoleh ilmu-Nya. Sesungguhnya ilmu paling penting ialah kesadaran kita bahwa Allah SWT semata sang maha pencipta. Dan selain Allah SWT merupakan makhluknya. Karena ini merupakan poin penting sebagai dasar pertama manusia untuk sukses sebagai khalifah di bumi.

3. Orang-orang Yang Berpaling Dari Kepada Selain Allah SWT
lenterahidup.net
lenterahidup.net

Saat manusia potensi akalnya hilang serta berpaling dari Allah SWT,akan membuat manusia itu tertimpa kesalahan. Di saat seseorang memiliki kekayaan dan mengalami kemajuan secara materi yang dikarenakan berhasil melewati langkah-langkah kemajuan materi.

Meskipun ia memiliki kekayaan materi yang melimpah, dengan kemajuan materi tanpa disertai keimanan dan pengenalan kepada Allah SWT. Maka akan menjadi siksa yang keras dan lebih keras dari pada siksaan apapun. Karena dengan materi itu akan menghancurkan  manusia itu sendiri.

Disaat manusia sudah tidak beriman menyembah selain Allah SWT, akan mengakibatkan peningkatan penderitaan dan kehinaan manusia itu. Allah SWT berfirman pada Alquran:

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan.” (QS: Al-A’raf ayat 96)

Sehingga kufur maupun kesyirikan manusia kepada Allah SWT, menyebabkan kehilangan kebebasan dan hancurnya akal fikiran serta meningkatkan kefakiran. Selain itu juga mengakibatkan kosongnya kehidupan dari tujuan hidup yang mulia.

B. Cerita Sejarah Kehidupan Kisah Nabi Nuh AS

Kisah Nabi Nuh AS yang bernama lengkap Nuh Bin Laamak Bin Khanoukh (Nabi Idris AS). Nabi Nuh AS terlahir di dunia kurang lebih berjarak 126 tahun dari wafatnya Nabi Adam AS.

Nabi Nuh di utus oleh Allah SWT bertujuan untuk menyadarkan suatu kaum yang terjerumus dam penyembahan berhala pada masanya. Karena di saat itu manusia telah mengalami  kekafiran serta kesesatan yang cukup kuat.

Beliau diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat dan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hambanya.

I. Kisah Sejarah Keluarga Nabi Nuh AS

lenterahidup.net
lenterahidup.net

Pada situasi yang seperti itu, Allah SWT akhirnya mengutus seseorang yang bernama Nuh menjadi khalifah di bumi. Agar membawa ajaran-Nya dan mengajarkan kepada kaum-Nya tentang kebaikan dan keimanan kepada Allah SWT.

1. Sejarah Lahirnya Anak-anak Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS dikarunia empat orang anak, anak-anak nabi Nuh bernama Sam, Ham Yafits, dan Kan’an. Dari keempat anak Nabi Nuh AS, hanya Kan’an yang tidak mengikuti jejak ayahnya. Ia malah condong mengikuti jejak ibunya Wali’ah yang menyembah berhala.

Karena di zaman Nabi Nuh AS merupakan zaman dimana terbentuknya kemusyrikan kepada Allah SWT. Yang terjadi sebelum Nabi Nuh AS diutus oleh Allah SWT.

2. Kisah Wali’ah dan Putranya Kan’an

Disuatu pagi hari terbangunlah Wali’ah Istri Nabi Nuh AS bergegas pergi ke dapur untuk membuat makanan. Selesai membuat makanan Ia dengan segera melangkahkan kaki keluar rumah dengan pelan takut kalau keluarganya mendengar langkahnya.

Saat Ia meraih daun pintu, anak termudanya yaitu Kan’an terbangun dari tidurnya. Dan tiba-tiba anak itu menegurnya, “Sepagi ini ibu mau pergi kemana?”, tanya Kan’an kepada ibunya Wali’ah.

Wali’ah pun kaget, dengan muka yang pucat ia memberikan isyarat kepada anaknya itu, agar tidak bersuara keras. Dan Wali’ah berkata, “Aku akan pergi ke Makbad Besar tempat penyembahan berhala. Karena hari ini merupakan hari raya tuhan-tuhan kita.”

Dan Kan’an pun tersenyum dan berkata, “Ibu berbuat yang terbaik, nanti saya akan menyusul ibu. Ibu kan tahu kalau ayah tidak senang jika melihat kita pergi kesana.”

Wali’ah lalu berangkat, sesampai di sana ia persembahkan makanan yang tadi ia siapkan dan ia berdoa kepada patung berhala. Seusai berdoa Wali’ah melihat Kan’an sedang berada di tempat acara penyembahan. Upacarapun telah usai Wali’ah segera pulang menuju rumah.

Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Kan’an, dan Kan’an memberitahu kepada Ibunya. Bahwa Ayahnya sedang berdakwah kepada orang-orang di pasar dan berkeliling untuk mengajak mereka bertakwa kepada Allah SWT.

Wali’ah berkata kepada Kan’an, “Berarti ayahmu tidak menghendaki kita menyembah tuhan-tuhan (berhala) yang telah memberikan rezeki dan memelihara kita. Sepanjang perjalanan mereka diam, dengan di dalam hati sudah kuat keingkarannya untuk tidakmenganut ajaran Nabi Nuh AS.

II. Kisah Sejarah Allah Mengutus Nabi Nuh AS Menyadarkan Kaumnya

nabi nuh as
lenterahidup.net

Dia merupakan hamba yang tidak terpengaruh akalnya dari polusi kolektif penyembahan selain Allah SWT. Sehingga Allah SWT mengutus Nabi Nuh untuk menyadarkan ditengah-tengah kaumnya.

1. JKisah Sejarah Puncak Kemuliaan Dan Kebesaran Nabi Nuh AS

Ia berada di puncak kemuliaan yang merupakan manusia terbesar dizamannya saat itu. Di tengah-tengah kaumnya ia bukanlah seorang raja, penguasa maupun orang paling kaya. Karena kebesaran tidak selalu berhubungan dengan kekayaan, kekuasaan maupun kerajaan. Sebab 3 hal kebesaran tersebut hanya dimiliki jiwa-jiwa yang hina.

Sebenarnya kebesaran dan kemuliaan terletak pada bersihnya hati, sucinya nurani, serta kemampuan akal untuk mengubah kehidupan disekitarnya menjadi lebih baik. Dan Nabi Nuh AS mempunyai semua itu sehingga menjadi manusia terbesar di zamannya.

Nuh AS merupakan manusia yang dengan baik mengingat perjanjian nabi Adam AS dengan Allah SWT saat penciptaan Nabi Adam AS di alam atom. Seperti fitrahnya para nabi beriman kepada Allah SWT sebelum mereka diutus.

Selain itu Nabi Nuh senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT ketika bangun tidur, makan, minum, beraktifitas dan sebagainya. Ia selalu bersyukur, memuji dan mengingat nama Allah SWT.

Sehingga Allah SWT berfirman pada Alquran: “Wahai orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya Ia ( Nuh) merupakan hamba Allah yang banyak bersyukur.” (QS: Al-Isra’ayat 3)

2. Kisah Dakwah Nabi Nuh AS Kepada Kaumnya

Setelah Allah SWT mengutus Nabi Nuh AS sebagai Nabi. Akhirnya Nabi Nuh pergi menuju para kaumnya untuk berdakwah. Di dalam Alquran Nabi Nuh berkata:

Seungguh kami benar-benar mengutu Nuh kepada kaumnya, lalu Ia berkata. “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) untukmu selain Dia. Sesunggunya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).

Kemudian Nabi Nuh menjelaskan kepada kaumnya tentang hakikat ketuhanan, hakikat kebangkitan, dan hanya ada satu pencipta yang berhak disembah. Karena disitu terdapat kematian, keabangkitan dan kemudian hari yang besar kiamat. Dan hari besar di akhirat yang didalamnya terdapat siksa neraka dan nikmat surga.

Penjelasan Nabi Nuh kepada kaumnya mustahil terdapat tuhan selain Allah SWT sebagai pencipta. Karena mustahil manusia bisa membayangkan kebesaran Allah SWT. Nabi Nuh berikan pengertian bahwa setan telah lama menipu mereka. Sehingga telah tiba saatnya untuk menghentikan tipuan tersebut terhadap kaumnya.

Nabi Nuh AS juga menyampaikan bahawa Allah SWT telah memuliakan manusia. Allah SWT memuliakan manusia dengan menciptakan mereka, menganugrahi akal, dan memberi rezeki. Kaum Nabi Nuh mendengar dakwahnya sengan khusyuk, karena dakwah itu cukup mengguncang jiwa mereka.

Beliau berdakwah kepada kaumnya laksana membangunkan orang yang sedang tertidur. Dan mengoyang-goyangkan tubuhnya agar terbangun karena dia bersandar di tembok yang akan roboh, meski takut akan dia marah. Karena bertujuan untuk menyelamatkannya.

3. Kisah Perpecahan Kelompok Kaum Nabi Nuh AS

Mendengar cinta yang dibawa Nabi Nuh AS akar-akar kejahatan merasa terancam dan ketakutan. Akhirnya kaum nabi Nuh terpecah menjadi 2 kelompok, yang satu kelompok orang-orang merasa terlindungi dengan dakwah Nabi Nuh. Dan yang satu kelompok orang-orang ragu menghadapi dakwah Nabi Nuh.

Kelompok yang mengikuti Nabi Nuh AS termasuk orang-orang lemah, fakir dan menderita. Sedangkan penentang Nabi Nuh termasuk orang-orang kaya, orang-orang kuat, dan para penguasa.

Dalam Alqur’an berkatalah kelompok kafir: “Maka bermukala para pemuka yang kafir dari kaumnya. “Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia biasa seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau.

Melainkan orang yang hina diantara kami yang baru percaya. kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami menganggap kamu seorang pendusta.” (QS: Hud ayat 27)

Para masyarakat penentang dakwah Nabi Nuh merupakan para pembesar atau penguasa dari kaumnya. Mereka seringkali berkata: “Wahai Nuh, engkau merupakan manusia biasa.” Padahal Nabi Nuh AS juga mengatakan bahwa dirinya memang manusia biasa.

III. Kisah Sejarah Dakwah Nabi Nuh AS Melawan Orang-orang Kafir

nabi nuh as
lenterahidup.net

Peperangan orang-orang kafir terhadap nabi Nuh AS berlanjut. Kelompok penguasa yang kafir beranggapan Nabi Nuh mati akan sendirinya. Tetapi setelah mereka melihat dakwah Nabi Nuh AS yang menarik perhatian golongan orang fakir, lemah, menderita dan pekerja sederhana. Mereka mulai menyerang dari sisi golongan ini.

1. Kisah Penyerangan Orang-orang Kafir Melalui Kaum Mukmin Nabi Nuh AS

Mereka menyerang melalui pengikut Nabi Nuh AS dan kelompok kafir ini berkata kepada mereka: “Tidak ada yang mengikutimu selain orang-orang yang fakir, lemah serta orang-orang hina.”

Dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Sungguh, kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), sungguh aku pemberi peringatan yang nyata bagimu. (QS: Hud ayat 25)

Agar kamu tidak menyembah selain Allah SWT. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang sangat pedih (kiamat). (QS: Hud ayat 26)

Begitu kecamuk pertarungan Nabi Nuh AS dan para bangsawan kafir dari kaumnya. Tidak mau kalah kelompok kafir tersebut menggunakan dalil persamaan untuk berkata kepada Nabi Nuh AS. Mereka berkata: “Dengarkan wahai Nuh, apabila engkau ingin kami beriman dan mengikuti dakwahmu, maka usir orang-orang beriman kepadamu. Sesungguhnya mereka orang-orang yang lemah dan fakir.”

“Sementara kami merupakan golongan bangsawan dan orang-orang kaya diantara mereka. Sehinggah mustahil apabila engkau menggabungkan kami bersama menjadi satu diantara mereka dalam satu majelis dakwah.” Nabi Nuh AS mendengar tentang apa yang dikatakan orang-orang kafir dari kaumnya.

2. Cerita Sejarah Larangan Mengusir Orang-orang Mukmin

Walau Nabi Nuh AS mengetahui kalau mereka menentangnya. Walau demikian, Beliau menjawabnya dengan bahasa dan cara yang baik. Beliau berkata dan memberitahu bahwa dirinya tidak bisa mengusir orang-orang mukmin. Sebab mereka bukanlah tamu-tamunya, melainkan mereka tamu-tamu Allah SWT.

Semua argumentasi orang-orang kafir dipatahkan Nabi Nuh dengan logika kenabiannya yang mulia. Logika tersebut yaitu kesombongan diri pribadi serta kepentingan-kepentingan khusus merupakan pemikiran yang sunyi dan kosong. Allah SWT telah memberikan rahmat, agama, dan kenabian, sedangkan mereka tidak melihatnya.

Beliau tidak memaksa untuk percayai tentang apa yang dia sampaikan disaat mereka membenci. Tak ada paksaan kepada seseorangpun atas kalimat tuhid (tidak ada tuhan selain Allah).

Ia juga beritahukan bahwa dirinya berdakwah tidak untuk meminta imbalan kepada mereka. sungguh hanya berharap pahala dari Allah SWT. Nabi Nuh AS jelaskan meskipun dirinya seorang nabi, dirinya mempunyai keterbatasan yang diantaranya tak diberikannya hak baginya untuk mengusir orang-orang yang beriman.

Ada dua alasan mengapa Nabi Nuh tidak bisa mengusir orang-orang beriman. Pertama orang yang beriman kepada Allah seandainya diusir mereka akan menentangnya dihadapan Allah SWT yang berakibat akan dosa dan pahala. Kedua Keimanan dan ketaqwaan mereka ada balasannya dari Allah SWT.

Sehingga siapapun yang mengusir mereka akan menerima balasan. Lantas siapa yang bisa menolong Nabi Nuh AS dari siksaan Allah SWT andaikan ia mengusir mereka?Permintaan kaumnya yang kafir untuk mengusir kaum mukmin merupakan tindakan yang bodoh, sungguh pedih azab dan siksaan Allah SWT.

Orang mukmin mereka patuh dan rendah hatinya kepada Allah SWT, sungguh orang-orang mukmin yang kalian pandang sebelah mata. Serta kalian hina dan remehkan, sungguh pahala mereka tidaklah hilang dan berkurang atas hinaan kalian.

Sungguh hanya Allah SWT yang tahu tentang apa di diri mereka, Allah yang membalas semua amal mereka. Dan sungguh seandainya diriku mengatakan Allah SWT tidak memberikan suatu kebikan kepada mereka, aku telah menganiaya diriku sendiri.

3. Kisah Sejarah Perdebatan Kaum Kafir Dan Nabi Nuh AS

Pemimpin dan penguasa yang kafir itupun bosan berdebat tentang apa yang disampaikan Nabi Nuh AS. Di dalam Alquran mereka berkata:

“Mereka berkata,”Wahai Nuh! Sungguh, engkau sudah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami. Maka datangkanlah azab yang engkau ancamkan, jika engkau memang orang yang benar.” (QS: Hud ayat 32)

“Dia (Nuh) menjawab, “Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan dirimu tidak akan dapat melepaskan diri.” (QS: Hud ayat 33)”

“Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkanmu. Dia adalah tuhanmu, dan kepadanyalah kamu dikembalikan.” (QS: Hud ayat 34)

Nabi Nuh AS juga menambahkan kalau mereka tersesat dari jalan Allah SWT. Karena Allah yang menjadikan sebab terjadinya segala sesuatu, namun mereka peroleh kesesatan. Yang disebabkan karena ikhtiar, kebebasan dan keinginan mereka.

Dalam Alquran, dahulu Iblis berkata: “Karena engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalanmu yang lurus.”

Sehingga secara zahir dan pandangan awam, berungkapan bahwa Allah yang menyesatkannya. Pada hakikatnya allah SWT telah memberikan kebebasan dan kemudahan. Dan Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan baik ketaatan ataupun kemaksiatan. Karena manusia pencipta perbuatannya namun ia butuhkan Allah SWT untuk lakukan perbuatannya.

4. Kisah Kaum Kafir Semakin Menentang Nabi Nuh AS

Peperanganpun dan perdebatan berlanjut antara orang kafir dan Nabi Nuh AS, sehingga menjadi melebar. Ketika argumentasi orang kafir terpatahkan dan tidak dapat mengatakan sesuatu yang pantas oleh Nabi Nuh AS. Orang-orang kafir mulai keluar dari batasan-batasan adab sehingga mulai berani mengejek Nabi Nuh AS.

Dalam alquran mereka berkata: “Pemuka-pemuka kaumnya berkata, Sesungguhnya kami memandangmu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS: Al-Araf ayat 60)

Mendengar itu nabi Nuh AS tetap membalas dengan jawaban yang sopan dan agung. Dalam Alquran Ia berkata: “Wahai kaumku! Aku tidak sesat, tapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam.” (QS: Al-Araf ayat 61)

“Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS: Al-Araf ayat 62)

5. Kisah Sejarah Perjalanan Waktu Dakwah Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS masih tetap meneruskan dakwah terhadap kaumnya, seiring berjalannya waktu yang berlalu. Ia tetap mengajak kaumnya berdakwah siang dan malam baik dengtan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Dengan memberikan contoh dan penjelasan tentang kebesaran dan kekuasaan  Allah SWT.

Namun disetiap Nabi Nuh AS mengajak mereka menyembah Allah SWT mereka malah lari darinya dan menempelkan jarinya ke telinga. Dan Ia selalu mendoakan agar Allah SWT selalu mengampuni mereka.

Waktu demi waktu ia lalui, Ia terus berdakwah ditengah-tengah kaumnya selama 950 tahun. Dan sayangnya jumlah kaum mukmin belum bertambah sedangkan kaum kafir malah bertambah. Nabi Nuh AS merasa sedih dalam dirinya namun Ia tidak sampai kehilangan harapan.

Walau Nabi Nuh AS dan kaumnya menghadapi  kesombongan,kekufuran, dan penentangan, Ia selalu menjaga harapan. Pada suatu hari tibalah hari untuk Allah mewahyukan kepadanya agar jangan bersedih akan semua tindakan mereka. Sehingga di suatu saat, Nabi Nuh AS berdoa agar orang-orang kafir dihancurkan.

Dalam Alquran Nabi Nuh AS berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (QS: Nuh ayat 26)

“Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.” (QS: Nuh ayat 27)

6. Cerita Sejarah Pembuatan Bahtera (Kapal Besar) Kisah Nabi Nuh AS
nabi nuh as
lenterahidup.net

Setelah itu Allah SWT menurunkan hukuman kepada orang-orang kafir dengan datangnya air bah besar. Allah SWT memberitahu Nabi Nuh AS untuk membuat bahtera (perahu besar) dengan pengawasannya dan wahyunya. Yaitu dengan pegajaran dan ilmu Allah SWT, juga melalui pengarahan dan bantuan para malaikat.

Wali’ah istri Nabi Nuh AS melihat suaminya mendatangkan kayu bersama pengikutnya untuk diletakkan ditengah kota. Sehingga membuat Wali’ah, Kan’an dan kaum kafir betanya heran karena kota jauh dari laut maupun sungai.

Sehingga para kaum kafir bertanya kepada Nabi Nuh AS, “Apa yang engkau perbuat dengan kayu-kayu itu?” dan Nabi Nuh Menjawab, “Aku akan membuat sebuah bahtera (perahu besar).” Mendengar jawaban itu kaum kafir yang termasuk Wali’an dan Kan’an mencibir Nabi Nuh AS.

Orang Kafir berkata, “Kenapa engkau membuat bahtera kota ini jauh dari laut maupun sungai untuk melayarkannya.” Nabi Nuh AS menjawab, “Bahtera (kapal besar) ini akan berlayar  saat sudah datang perintah Allah SWT.”

Kaum kafir berkata, “Bagaimana orang berakal bisa menyanggah bahwa hal ini bisa terjadi?”. Nabi Nuh berkata, “Nanti kamu akan tahu dan melihat bahwa hal itu akan terjadi.”

Akhirnya kabar pembuatan bahtera tersiar ke penjuru kota, kaum kafirpun mulai mengejek Nabi Nuh AS dan pengikutnya. Karen mereka tidak percaya bagaimana bisa sebuah kapal berlayar di padang pasir yang tandus.

Pembuatan kapal itu membutuhkan waktu bertahun-tahun, hingga pada akhirnya menyelesaikan pembuatan bahtera itu. Tetapi ejekan dari kaumnya yang kafir tak henti-henti terdengar.

Suatu hari Nabi Nuh AS mengumpulkan setiap jenis hewan  dengan masing-masing sepasang. Dan mengajak para kaumnya yang bertakwa untuk menaiki bahtera (kapal besar) itu.

Istri Nabi Nuh bertanya, “Untuk apa engkau kumpulkan semua ini?”. Nabi Nuh AS berkata, “Akan datang air bah yang akan menenggelamkan segala sesuati di bumi, kecuali mereka yang menaiki bahtera ini. Untuk memulai kehidupan baru yang muncul dengan fajar keimanan

7. Cerita Sejarah Datangnya Azab Air Bah Kepada Kaum Kafir
nabi nuh as
lenterahidup.net

Mengetahui itu, Istri Nabi Nuh AS dan Kan’an pergi menuju kaum kafir. Dengan menekan rasa takut mereka dan hati yang sudah membatu bertambah keras ejekan mereka kepada Nabi Nuh AS.

Apa yang diperintahkan Allah SWT terhadap Nabi Nuh AS akhirnya tiba. Karena janji Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Nuh AS tidak akan pernah berbohong. Air bah yang besarpun datang, terperanjat semua pandangan mereka, pintu langit terbuka mencurahkan air hujan ke bumi.

nabi nuh as
lenterahidup.net

Membuat permukaan bumi terpenuhi akan air yang membuat mereka terpontang-panting. Sementara itu Nabi Nuh AS dan kaumnya yang beriman berlayar diatas air. Nabi Nuh AS berlayar tanpa putranya Kan’an dan tanpa istrinya Wali’ah. Karena keduanya menolak dengan keras ketika Nabi Nuh AS untuk ikut bersama menaiki bahtera.

Nabi Nuh mmencari dan memanggil putranya Kan’an yang berada di sebuat tempat terpencil. Tetapi dengan ketus dan sombong Kan’an berkata akan pergi ke gunung mencari tempat perlindungan.

Tetapi pada hari itu tidak ada tempat perlindungan bagi kaum kafir yang durhaka dan sombong kepada Nabi Nuh dan Allah SWT. Air bah itu terlalu besar sehingga walau di puncak gunung Kan’an dan Wali’ah tetap tergulung air bah.

C. Cerita Sejarah Wafatnya Kisah Nabi Nuh AS

nabi nuh as
lenterahidup.net

Disaat akan wafat Nabi Nuh AS memanggil anak-anaknya untuk menghadap beliau. Dan Sam segera mendatangi untuk menemui Nabi Nuh AS, namun kedua saudaranya Ham dan Yafits tidak muncul.

I. Kisah Ketidak Patuhan Yafits Dan Ham

Akibat ketidak patuhan Ham dan Yafits akhirnya Allah SWT menurunkan ganjaran kepada mereka. Yafits tidak datang dikarenakan  memilih untuk berduaan dengan istrinya (berhubungan suami istri). Kemudian Yafits mempunyai anak bernama Sannaf.

1. Kisah Sejarah Lahirnya Ya’juj Dan Ma’juj

Kemudian Sannaf melahirkan dua anak yang berwujud ganjil yang berbeda. Ketika dilahirkan keluar dua sekaligus, yang satu tumbuh berukuran sangat besar seperti raksasa dan yang satu tumbuh berukuran sangat kecil. Dan meraka dikenal sebagai Ya’juj dan Ma’juj.

Ya’juj dan Ma’juj punya nafsu makan yang berlebih, melebihi manusia normal lainnya. Dan apabila mereka memakan tumbuhan tertentu, tumbuhan itu menjadi berhenti tumbuh dan mati.

Serta apabila mereka minum air dari suatu tempat, maka air itu tidak akan tambah lagi. Mengakibatkan sumber mata air dan sungai menjadi kering. Sehingga masyarakat disekitar mereka harus menerima dampak krisis pangan dan krisis air.

2. Kisah Sejarah Penahanan Ya’juj Dan Ma’juj

Akhirnya sampailah keresahan masyarakat pada puncaknya, kemudian Allah SWT mengutus hambanya Nabi Zulkarnain AS untuk menghadang Ya’juj dan Ma’juj. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan alam yang bertambah luas.

Akhirya Nabi Zulkarnain AS dengan mengajak masyarakat, sesuai petunjuk Allah SWT bersama membuat dinding besi yang dilapisi tembaga. Untuk menutupi satu-satunya pintu lubang keluar masuk Ya’juj dan Ma’juj.

Setelah mereka selesai, masyarakat yang dulunya tinggal di dekat dinding tersebut, diajak untuk meninggalkan daerah itu. Karena daerah itu sudah tidak layak kering tanpa air dan tumbuhan.

Allah  SWT mewahyukan kepada Nabi Zulkarnain AS bahwasanya dinding tersebut akan terjaga dan terbuka saat sudah tiba waktunya. Yaitu ketika menjelangnya hari kiamat. Kemudian Allah SWT menjadikan dinding itu gaib tidak terlihat.

II. Kisah Sejarah Nabi Nuh AS Wafat

950 tahun sudah Nabi Nuh AS tinggal dibumi, ketika umurnya telah ditetapkan oleh Allah SWT. Datanglah malaikat maut Izrail dan berkata, “Assalamuallaikum ya Nabiyallah.” 

Nabi Nuh AS bergetar hatinya mendengar salam dari Malaikat Izrail, wajahnya menjadi pucat saat mengetahui Malaikat Izrail akan mencabut nyawanya. Kemudian diberikan Nabi Nuh AS segelas air minum dari Malaikat Izrail agar bisa tenang dan tidak ketakutan lagi.

Ketika Nabi Nuh AS meminumnya jatuh dan meninggallah Dia saat itu juga.

Demikian kisah cerita Nabi Nuh AS, semoga dapat menambah iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Sebelum ======= Selanjutnya

Satu pemikiran pada “Cerita Sejarah Kisah Nabi Nuh AS Lengkap Dengan Bahtera Kapal Nabi Nuh

Tinggalkan komentar