PENDAKIAN PUNCAK GUNUNG ARJUNO

Pendakian puncak Gunung Arjuno saya laksanakan pada awal bulan septemmber 2015 yang lalu. Berikut kisah-kisah dan definisi yang ada di Gunung Arjuno.

Definisi Gunung Arjuno

Pendakian Puncak Gunung Arjuno
explore4indo.blogspot.com

Gunung Arjuno terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, Gunung Arjuno merupakan Gunung tertinggi ke tiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung, dengan ketinggian 3339 mdpl.

Gunung Arjuno berdiri disamping Gunung Welirang. Arjuno berasal dari kata atau nama tokoh pewayangan Mahabharata. Di sana dapat ditemui tempat-tempat pemujaan disepanjang perjalanan. Apabila dari Surabaya, untuk pergi ke daerah Malang, Pasuruan anda bisa menaiki travel Surabaya Malang yang menerima jasa antar sampai tujuan.

Jalur Untuk Pendakian Puncak Gunung Arjuno

Untuk memulai pendakian puncak Gunung Arjuno ada beberapa titik pendakian.

  1. Lawang Kab Malang.
  2. Tretes Kab Pasuruan.
  3. Purwosari Kab Pasuruan.
  4. Kota Batu.

Persiapan Keberangkatan Pendakian Puncak Gunung Arjuno

Sebelum kami berlima mulai pendakian puncak Gunung Arjuno, kami persiapkan:

A. Perlengkapan Utama

  1. Ransel.
  2. Sebagian ada yang pakai sepatu maupun sandal gunung.
  3. Senter.
  4. Sleeping Bag.
  5. Drigen untuk air.
  6. Matras.
  7. Masker.
  8. Alat Makan (Piring,Sendok).
  9. Sandal Jepit.
  10. Perlengkapan Mandi (Sabun,Sikat,Odol,Shampoo).
  11. Plastik untuk sampah maupun baju kotor.
  12. Korek Gas.
  13. Pakaian ganti & peralatan sholat.
  14. Kacamata renang karena waktu itu memang musim kemarau dan berdebu sehingga kacamata renang cukup membantu dalam pendakian membantu pandangan mata.

B. Perlengkapan Bersama

  1. Tenda.
  2. Kompor Outdoor Kecil.
  3. 1 set Nesting.
  4. Jerigen 5 Liter.

C. logistik

  1. Ubi Rebus
  2. Mie Instant.
  3. Teh,Gula & Kopi.
  4. Sawi & Kembang Kol.

Memang tak begitu lengkap peralatan dan kebutuhan yang kami bawa, tapi allhamdulillah cukup untuk melakukan pendakian.

Keberangkatan

Pendakian Puncak Gunung Arjuno
Lenterahidup.net

Pendakian puncak gunung arjuno pada awal  bulan September 2015 bersama teman-teman yang berasal dari beberapa kota.

  1. Wahyudi dari Kepanjen Kab Malang
  2. M Farhan Lana dari Arjosari Kota Malang
  3. Fendi dari Lawang Kab Malang
  4. Hafidun Alim dari Kota Probolinggo.

Setelah berkumpul di salah satu rumah teman di Singosari Malang, dan semua persiapan perlengkapan selesai, sehabis sholat isa kami berlima langsung menuju Purwosari salah satu jalur untuk pendakian puncak Gunung Arjuno yang terletak di Kab Pasuruan kurang lebih 1jam 15menit kami sampai tepatnya kurang lebih jam 8:30.

Setelah sampai kami langsung menitipkan motor ke pos penitipan dan izin pendakian, disana kami dikenakan biaya Rp.10.000,-. Sesampainya kami menitipkan motor, kami bertemu dengan sekumpulan pendakian lain dari kota Sidoarjo yang berjumlah 4 orang. Lalu kami bercengkrama sebentar kurang lebih 30 menit sambil mengecek perlengkapan.

Cerita Perjalanan

A. Perjalanan Menuju Pos 1 (Onto Boego)

Malampun makin larut dan waktu menunjukkan pukul 9 malam. Kami bergegas untuk melakukan pendakian puncak Gunung Arjuno bersama, dan kini anggota pendakian kami menjadi 9 orang. Suasananya gelap, dingin dan sunyi. Hanya terdengar setapak demi setapak langkah kami dan hembusan angin serta hewan-hewan kecil.

Perjalanan menuju pos 1 rutenya makadam dengan jalan yang menanjak dan di kelilingi dengan kebun kopi dan di samping jalan terjulur pipa-pipa air. Akhirnya kamipun sampai di pos 1. Di sana terdapat situs keramat sebagai tempat pemujaan. Kami terus melanjutkan perjalanan.

B. Perjalanan Menuju Pos 2 (Tempuono)

Pejalanan kami ke pos 2 masih berupa tanah padat berkelok dan menanjak. Disana sudah memasuki hutan dengan pepohonan yang besar-besar dan rapat. Sesampai pos 2 ternyata ada warung dan gubuk untuk melepas lelah dan kamipun istirahat sejenak disana. Tapi pada waktu itu karena malam warungnya tutup.

Terdapat beberapa anjing juga disana sedang mengawasi dan menggonggong. Gubuk yang berada tepat di pos 2 terdapat petilasan Eyang Sekutrem, di pos 2 ini juga terdapat Sendang Dewi Kunti dan dijalan paving ke arah kiri ada beberapa bangunan untuk tempat pemujaan.

C. Perjalanan Menuju Pos 3 (Eyang Sakri)

Perjalanan pendakian puncak Gunung Arjuno kami ke pos 3 pun berlanjut, jalannya agak menanjak yang santai. Sesampai disana ada satu gubuk, yaitu Petilasan Eyang Sakri. Kamipun disana melepas lelah sambil bagi-bagi makanan dang bercanda. Lelahpun sedikit terobati kami melanjutkan lagi menuju pos 4.

D. Perjalanan Menuju Pos 4 (Eyang Semar)

Kini perjalanan menuju pos 4 pun mulai menanjak dari trek tanah juga bebatuan. Dengan pemandangan alam pegunungan yang cukup indah dan menghibur. Kelap kelipnya lampu kota malang dan pasuruan yang indah membuat kami menikmatinya sejenak.

Agak keatas jalan mulai landai dan mulai masuk  ke hutan mengikuti alur setapak. Dan di tengah hutan kamipun melihat gubuk bernama Rahayu yang ditulis memakai aksara jawa. Tempat ini biasanya untuk pemujaan para peziarah.

Kami tetap melanjutkan perjalanan dengan jalan yang menanjak lagi dengan trek bebatuan-bebatuan besar. Tanah padat maupun akar-akar, yang membuat kami cukup menguras tenaga.

Sesampai di sini kami temukan gubuk-gubuk dan pondok Konservasi Treppa yang di bagian atasnya terdapat patung Eyang Semar dan sebuat tempat pemujaan. Dengan beberapa dupa yang masih tertancap didekat patung Eyang Semar.

E. Perjalanan Menuju Pos 5 (Mangkutoromo)

Pendakian Puncak Gunung Lawu
Lenterahidup.net

Kamipun melanjutkan perjalanan pendakian puncak Gunung Arjuno menuju Pos 5, jalanan yang berupa tanah yang menenjak dan berkelok-kelok cukup membuat kami kelelahan. Pukul 2 pagi kami sampai disana kami lepas lelah disana.

Kami putuskan bermalam disana dan mendirikann tenda. Subuhpun tiba kami terbangun dan laksanakan sholat wajib subuh, disana ada sumber mata air. Kamipun ada yang mandi maupun hanya berwudhu disana. Mandi disana bagaikan mandi air es.

Usai kami sholat, kami masak dan membuat teh untuk mengisi tenaga melanjutkan perjalanan kembali. Setelah makan kamipun berjalan-jalan melihat pemandangan disekeliling POS 5. Disana terdapat bangunan candi yang besar dengan punden berundak dibawahnya.

Disana juga terdapat gubuk. Juga terdapat banyak anjing jinak berkeliaran milik Pak Parto penjaga hutan Mangkutoromo. Yang anda dapat bertanya-tanya dengan beliau tentang Gunung Arjuno, dengan style ciri khasnya. Ada beberapa larangan  sebelum melanjutkan pendakian puncak Gunung Arjuno,

  1. jika jumlah ganjil maka harus membawa tongkat.
  2. Sebaiknya tidak memakai pakaian berwarna merah.
  3. Untuk wanita yang berhalangan sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan.

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, kami cukupkan perbekalan air kami. Karena di situ sumber mata air terakhir yang ada, dan kamipun bersiap untuk melanjutkan perjalanan.

F. Perjalanan Menuju Pos 6 (Candi Sepilar)

Seusai dari Mangkutoromo kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 6, trek yang kami lalui berupa bebatuan berundak tinggi yang dikelilingi patung-patung yang jalannya cukup membuat kami ngos-ngosan.

Dan sesampainya diatas kita akan menjumpai Candi Sepilar yang bentuknya mirip dengan petilasan Mangkutoromo namun lebih kecil. Pendakian puncak Gunung Arjuno terus berlanjut.

G. Perjalanan Menuju Pos 7 (Jawa Dipa)

Pendakian Puncak Gunung Lawu
Lenterahidup.net

Trek menuju POS 7 pun menanjak ditengah-tengah hutan yang di kelilingi pohon pinus. Tak ada tempat datar di sekeliling perjalanan kami, hanya tanjakan dan tanjakan yang cukup jauh. Sesampai di Jawa Dipa tempatnya datar dan cukup luas untuk kami beristirahat. Kamipun sholat zuhur dan istirahat sejenak disana sebelum melanjutkan perjalanan pendakian puncak Gunung Arjuno. Saat semuanya sudah siap kami lanjutkan perjalanan.

H. Perjalanan Menuju Plawangan

Pendakian Puncak Gunung Lawu
Lenterahidup.net

Di trek menuju Plawangan ini, cukup melelahkan dengan tanjakan yang cukup terjal tiada ampun dengan trek tanah padat yang kadang juga membut kita terpeleset. Di sana juga sering disebut bukit penyesalan karena tanjakannya. Karena dirute ini juga teman-teman kami dari Sidoarjo juga sangat kelelahan menahan sakit pada kakinya. Tak hanya itu pasokan makanan juga yang mulai menipis.

Akhirnya kami saling bantu membantu, tunggu menunggu. Tapi kami memutuskan untuk 3 orang duluan berangkat untuk mendirikan tenda yaitu, Saya, Hafidun, dan Lana. Agar nanti tidak terlalu gelap dan kesulitan mendirikan tenda, dan teman yang sakit tinggal langsung istirahat.

Waktu itu sudah menunjukkan pukul 6.30 sore. Akhirnya kami sudah terkumpul semua, dan kami istirahat makan sholat disana untuk melanjutkan pendakian puncak Gunung Arjuno. Sesudah dari Palawangan masih ada bukit terjal lagi yang harus dilalui.

I. Perjalanan Terakhir Pendakian Puncak Gunung Arjuno

Pendakian Puncak Gunung Lawu
Lenterahidup.net

 

 

Pagipun tiba, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan pendakian Puncak Gunung Arjuno. Hawa dingin yang menusuk tulang dan capek dibadan, seakan terabaikan. Kamipun bergegas menuju puncak dengan rute yang masih menanjak dan cukup melelahkan.

Yang sekelilingnya didominasi dengan pohon cartigi yang buahnya kecil-kecil namun bisa dimakan. Sesampai dipuncak semua lelah letih terbayarkan akan keindahannya. Nampak Gunung Welirang, Gunung Semeru, Gunung Lawu, dan lainnya.

Pendakian Puncak Gunung Lawu
Lenterahidup.net

Demikian cerita perjalanan pendakian saya di Gunung Arjuna selama 3 hari 2 malam melalui jalur Purwosari Kab Pasuruan, Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar