Pondok Pesantren Sintesa Menjadi Pondok Pesantren Pertamaku Untuk Mengais Ilmu Agama dan Bisnis Internet

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama kalinya menjadi anak pesantren di sebuah pondok pesantren bernama Pondok Pesantren Sintesa. Saya masuk pondok pesantren ketika saya sudah menginjak umur 16 hari sebelum umur 22 tahun. 😀

Namun walaupun umur yang sekarang sudah 22 tahun tidak ada suatu kata terlambat bagii seseorang untuk menuntut ilmu. Karena sangat wajib hukumnya bagi umat muslim untuk menuntut ilmu Agama dan diselingi dunia.

Tentunya ilmu-ilmu yang kita perlukan adalah ilmu yang bisa bermanfaat untuk hidup kita di dunia dan akhirat. Yang kemudian bisa di amalkan dengan membagikannnya kesesama yan membutuhan.

Selain itu, ilmu agama sangatlah penting untuk pondasi bagi kita untuk memulai rumah tangga, karena sebagai laki-laki dituntut untut membimbing dan memimpin keluarganya ke jalan yang di Ridhoi Allah SWT.

Yan harus menanamkan keimanan kepada Allah SWT, akhlak yang terpuji, ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain dan sebagainya.

pondok pesantren sintesa
lenterahidup.net

A. Di Pondok Pesantren Sintesa Aku Menuntut Ilmu Agama Untuk Bekal Dunia

Menuntut Ilmu Anak Pesantren di Pondok Pesantren SINTESA
www.fiqhmenjawab.net

Di era yang modern ini, menuntut ilmu merupakan suatu kebutuhan yang bukan lagi menjadi kewajiban. Namun menuntut ilmu merupakan tuntutan dalam hidup disaat ini. “Siapa yang bodoh akan ketinggalan zaman dan siapa yang pintar pasti maju kedepan”.

Namum dalam pandangan agama islam. Tujuan orang berilmu dalam hal agama ataupun hal umum lainnya, orang tersebut haruslah menjadi orang yang benar dan bermanfaat.

Menuntut ilmu dalam Islam hukumnya Fardhu ‘Ain, yaitu wajib bagi laki-laki maupun perempuan untuk melakukannya. Karena apa? supaya mereka tergolong dalam umat yang cerdas, sehingga jauh dari kejahilan dan kebodohan.

Selain hukumnya yang wajib, menuntut ilmu menurut perintah Allah dan Rasul agar bisa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Menuntut ilmu merupakan usaha untuk mendapatkan ilmu untuk kita, baik dengan bertanya, mendengar ataupun melihat.

B. Pengertian Pengalaman Hidup

Menuntut Ilmu Anak Pesantren di Pesantren SINTESA
santaisaja.net

Pengalaman merupakan guru terbaik dalam kehidupan kita, kurangnya pengalaman merupakan penghalang untuk menempuh hidup sukses. Pengalaman hidup bermacam-macam bentuknya, mulai dari pengalaman dalam berkeluarga, pengalaman dalam berteman, pengalaman dalam bekerja, pengalaman dalam menuntut ilmu dan sebagainya.

Dalam berbagai pengalaman itu pasti kita akan merasakan berbagai rasa, baik pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, menyebalkan maupun membanggakan. Dan semua bentuk pengalaman yang terjadi bisa bermanfaat bisa pula tidak, tergantung kita menyikapi dampak positifnya.

C. Keinginan Masuk Pondok Pesantren

Menuntut Ilmu Anak Pesantren di Pesantren SINTESA
dikatama.com

Sebelum berada di pondok pesantren, di dalam hati saya merasa sebagai seorang laki-laki yang haus akan ilmu-ilmu agama. Haus akan ilmu kepemimpinan, ilmu tauhid, ilmu akidah, ilmu akhlak, ilmu tasawuf, ilmu Alquran, yang seharusnya sudah di tanamkan dari masa kecil.

Namun masa kecil itu ibarat jembatan tak kembalisiapapun yang menyeberanginya tidak mungkin bisa kembali karena disergap sebuah batasan. Walau tidak bisa dipungkiri bahwa jembatan itu indah dengan kerangka yang penuh warna dan mampu membuat siapapun terlena.  Semua sudah terlanjur, tinggal penyesalan yang tersisa.

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Surat Al-`Aşr ayat 1 sampai 3)

Di umur saya yang seharusnya sudah mengenal akan ilmu dunia dan kepemimpinan untuk berkeluarga maupun bermasyarakat serta cara menafkahi yang benar. Disuatu hari saya merenungi tentang bagaimana jika saya di suatu hari nanti, menjalani hari-hari ketika telah mempunyai keluarga sendiri yang pasti akan saya alami.

“Carilah Apa yang Telah Dianugerahkan Oleh Allah Kepadamu (kebahagiaan) di Akhirat, dan Jangan Lupakan Bagianmu (kenikmatan) di Dunia.” (Surat Al Qashas ayat 77)

Akhirnya saya berfikir bagaimana cara agar saya mempunyai keluarga yang tenang, tentram, damai tanpa adanya perselisihan dan kegaduhan. Tidak mungkin rasanya apabila tujuan hidup berkeluarga hanya untuk mendapat istri dan mempunyai anak saja. Tidak mungkin juga rasanya apabila berkeluarga bertujuan hanya untuk mencukupi makan dan kebutuhan mereka saja.

Karena sebagai laki-laki yang kelak akan menjadi imam dalam keluarga, selain bertanggung jawab menafkahi dari harta yang halal. Kita akan dituntut untuk membawa keluarga kita agar selamat dari ganasnya siksa api neraka. Dan tentunya dengan ilmu-ilmu agama yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Dalam Alquran pada surat At-Tahrim ayat 6 Allah SWT berfirman.

Menuntut Ilmu Anak Pesantren di Pesantren SINTESA
lenterahidup.net

Pada Alquran surat Thaha ayat 132 Allah SWT juga berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, kamilah yang memberi rizki kepadamu, dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakqwa.”

D. Daftar Pondok Pesantren SINTESA

pondok pesantren
lenterahidup.net

Dengan dorongan yang kuat dari dalam hati, membuat saya merasa harus menuntut ilmu agama yang seharusnya lebih diunggulkan untuk bekal hidup kedepannya. Melalui perantara adik saya, Allah SWT memberi petunjuk dengan memberikan informasi kepada saya bahwa ada pendaftaran baru di sebuah pesantren.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)

Pesantren itu beranama SINTESA ternyata pondok itu tidak jauh dari kampung halaman saya, dan ternyata juga pondok itu berlokasi di kampung masa kecil saya. Pondok Pesantren itu bernama SINTESA yang bertempat di Dukuh Njaranan, Rt 4 Rw 2 Desa Nagdirejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten MagetanJawa Timur.

SINTESA merupakan sebuah pondok modern yang menjurus pada program tahfidz Alquran dan Internet Marketing yang dikelola oleh Mas Ibrahim Vatih sekeluarga. Dengan Misinya untuk melahirkan generasi yang kuat secara agama dan ekonomi.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”, (Surat An-Nisa ayat 9)

D. Diterima Menjadi Anak Pesantren SINTESA

pondok pesantren
lenterahidup.net

Kemudian saya mulai ikhtiar awal dengan mendaftarkan diri ke Pesantren SINTESA melalui pendaftaran online yang SINTESA adakan di websitenya. Untuk penerimaan santri baru angkatan IV saat itu terbatas, dengan kuota 40 orang.

Yang mendaftar untuk bergabung menjadi santri SINTESA saat itu berjumlah ratusan orang dari berbagai kota di Indonesia. Kemudian saya menunggu pengumuman penerimaan santri baru di angkatan IV.

Sekitar tanggal 6 Agustus 2016 saya mendapat telepon dari Endang Ermanto. Ternyata Beliau merupakan santri SINTESA angkatan III, mengabarkan kepada saya bahwa saya telah diterima di Pesantren SINTESA.

Senang rasanya hati bisa masuk ke pesantren SINTESA, kemudian saya persiapkan perlengkapan yang akan saya butuhkan di pesantren itu. Pada tanggal 9 Agustus 2016 akhirnya saya menuju ke Pesantren SINTESA untuk memenuhi laporan panggilan yang telah disampaikan.

E. Berada Di Pesantren SINTESA

pondok pesantren
lenterahidup.net

Setelah sampainya saya di SINTESA saya bertemu dengan banyak teman baru yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Mereka masuk ke SINTESA mempunyai tujuan yang sama, dengan mempunyai latar belakang yang berbeda-beda.

Mulai dari yang baru tamat sekolah, mahasiswa, pegawai, dll. Semua berkumpul menjadi satu wadah di pesantren SINTESA, saling belajar, bertukar fikiran dan saling mengingatkan. Hidup dengan mandiri, saling berbagi, saling memiliki dan melatih berorganisasi serta belajar akan hidup berjamaah.

Di Pesantren SINTESA selain berfokus pada Alquran, disana juga berfokus pada Bisnis Online. Karena dengan misinya untuk melahirkan generasi muda yang kuat secara agama dan ekonomi. Masih teringat di pikiran saya saat Mas Ibrahim Vatih sering menyampaikan.

“Letakkan saja hartamu pada genggaman, tetapi jangan di masukkan ke dalam hati.”

F. Nasihat “Letakkan Hartamu Pada Genggaman dan Jangan Dimasukkan Ke Dalam Hati.

pondok pesantren
lenterahidup.net

Sering kita merasa takut akan tidak memiliki rejeki, sehingga membuat kita merasa gelisah apabila tidak memiliki uang. Tetapi pernahkah kita merasakan ketakutan, karena tidak memiliki rasa syukur saat tidak memiliki uang?

Andaikan disetiap sela kagiatan untuk mencari itu, kita gunakan untuk untuk berdiam diri sejenak. Untuk merenungi dan memikirkan atas nikmat dari Allah yang masih dirasa.

Dengan bersyukur karena masih memiliki mata untuk melihat segala keindahan, tangan untuk bekerja, kaki untuk melangkah dan lainnya.  Untuk menjemput rejeki agar dapat diraih kembali.

Maka dengan adanya rasa syukur itu segala kekayaan harta benda yang kita miliki itu tidak usah terlalu dipikirkan. Tidak usah terlalu dimasukkan ke dalam hati sehingga bila sewaktu-waktu hilang maupun berkurang tidak akan stress. Dengan berserah diri kepada Allah dengan ikhtiar dan ibadah yang cukup.

Karena apabila suatu hal berada di genggaman itu mudah terlepas. Tetapi apabila sudah di dalam hati akan menimbulkan rasa cinta, rasa sayang, sehingga berat hati apabila melepaskannya.

Iman terdiri dari 2 bagian, yaitu syukur dan sabar. Jadi apabila seseorang sudah memiliki sikap syukur ketika bertabur nikmat dan sabar saat diuji dengan musibah. Maka sempurnalah iman orang tersebut.

“Apabila di suatu saat kita menangisi hari kita dengan rasa penyesalan di masa lalu, dan mengkhawatirkan masa depan, maka disaat itu kita tidak memiliki rasa syukur”

G. Tujuan Allah SWT Menciptakan Manusia

pondok pesantren
lenterahidup.net

Di dalam Alquran, Allah SWT sudah menjelasakan dengan jelas akan tujuan hidup kita di bumi. Mari kita coba buka lembaran Alquran pada surat Adz-Dzariyat pada ayat 56, Allah SWT berfirman.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat ayat 56)

Jadi Allah SWT tidak tidak membiarkan begitu saja kita untuk makan, minum, tidur, bekerja mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup dan sebagainya dengan begitu saja.

Tetapi Allah SWT memiliki tujuan besar dibalik ini semua, bagi setiap hambanya. Dalam Alquran surat Al-Mu’minun ayat 115 Allah SWT berfirman.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Dalam hidup kita diperintahkan untuk melakukan amalan yang sholeh yang Allah SWT ridhoi dan cintai. Dengan tujuan yang terpuji untuk menggapai kesempurnaan, kebahagiaan hidup dan keselamatan. Beribadah bertauhid kepada Allah semata, tidak berbuat syirik dan tidak melakukan kerusakan di bumi.

Kami mohon kepadamu Ya Allah, untuk menunjukkan kami sekalian dan seluruh kaum muslimin. Kepada perkataan, perbuatan dan amalan yang Engkau cintai dan ridhoi. Tidak ada daya bagi kami untuk melakukan ketaatan dan tidak ada kekuatan bagi kami untuk meninggalkan yang haram melainkan dari pertolongan Allah.

Demikian artikel pribadi saya menjadi anak pesantren yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat akan hikmah yang dapat kita ambil dari artikel ini. Sehingga meningkatnya iman dan takwa kita kepada Allah SWT.

Tinggalkan komentar